Relawan Jokowi Gelar Mancing Gratis di Selokan Mataram

   •    Senin, 10 Sep 2018 03:06 WIB
pilpres 2019Jokowi-Ma`ruf
Relawan Jokowi Gelar Mancing Gratis di Selokan Mataram
Direktut Relawan TKN Jokowi-Ma’ruf, Maman Imanulhaq (ketiga dari kiri) saat melepaskan ikan lele dalam acara mancing gratis di Yogyakarta. Foto: Dok/Istimewa

Yogyakarta: Ribuan orang ambil bagian dalam mancing gratis di sepanjang Selokan Mataram, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu, 9 September 2018.  Acara ini mendapat sambutan luar biasa dari masyatakat karena pihak penyelenggara menebar 10 ton ikan lele untuk dipancing rame-rame.

Bukan hanya dari  Yogjakarta, peserta mancing gratis juga berdatangan dari Magelang, Klanten, Purworejo dan Solo. Acara yang diprakarsai oleh kelompok pro-Jokowi yang tergabung dalam Relawan Jokowi- Ma'ruf Amin Untuk Kemuliaan Indonesia (Rejomulia) ini menjadi heboh karena pemberitaan media tentang 10 ton ikan yang ditebar ke Selokan Mataram.

Peserta boleh mancing di mana saja. Namun pihak penyelenggara menyediakan 14 titik pemancingan yakni di Banyurejo, Beluran, Barongan, Margoluwih, Mayangan, Kutu Asem, Kutu Dukuh, Barek UGM, Pringwulung, Pringgolayan, Kledokan, Babarsari, Pugeran dan Sanggrahan Maguwo.

Direktut Relawan Tim Kampanye Ning asional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Maman Imanulhaq memuji penyelenggara yang kreatif merancang acara yang melibatkan masyarakat luas. Selain sebagai hiburan yang menumbuhkan kebersamaan dan kegembiraan, menurut Maman, mancing gratis juga berdampak pada ekonomi di level bawah.

“Karena ikannya dibeli dari peternak lele, toko pancing kebanjiran pembeli, para pedagang kecil di lokasi acara laku keras, juga para penjual kaos,” kata Maman.

Anggota Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menuturkan, berpolitik harus kreatif. “Tidak perlu menyebar fitnah, tidak usah memancing keributan. Politik adalah kegembiraan dan kebersamaan seperti mancing lele bareng-bareng,” ujar dia.

Sementara Ketua Rejomulia Masrur Ahmad MZ mengatakan, gelaran acara ini sekaligus memperingati momentum bersejarah “Amanat 5 September 1945”, yakni bergabungnya Kasultanan Yogyakarta dan Kadipaten Pakualaman ke Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Lokasi Selokan Mataram dipilih untuk mengenang jasa Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang membangun irigasi pertanian yang bermanfaat bagi masyarakat luas," kata Masrur.


(MBM)