Mahasiswa di Yogyakarta Dididik Soal Perdagangan Berjangka

Ahmad Mustaqim    •    Senin, 06 Aug 2018 15:54 WIB
bursa saham
Mahasiswa di Yogyakarta Dididik Soal Perdagangan Berjangka
Chief Business Officer PT RFB, Teddy Prasetya (kedua dari kanan), Medcom.id - Ahmad Mustaqim

Sleman: Perusahaan pialang berjangka di bidang perdagangan berjangka komoditi, PT Rifan Financindo Berjangka (RFB), akan bekerja sama dengan perguruan tinggi di Yogyakarta. Kerja sama bertujuan mencetak sumber daya manusia (SDM) berkompeten di bisnis perdagangan berjangka.

Chief Business Officer PT RFB Teddy Prasetya mengatakan juga menjalani kerja sama dengan perguruan tinggi lain di Indonesia. Yaitu Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Jawa Timur dan Universitas Sriwijaya Palembang, Sumatera Selatan. RFB, kata Teddy, mengutamakan langkah sosialisasi dan edukasi untuk menjalankan bisnis. 

"Kami bukan ingin mengajak mahasiswa menjadi investor, tapi kita berikan sosialisasi dan edukasi pendidikan di kampus," kata Teddy saat peresmian kantor cabang PT RFB di Malioboro City Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Senin, 6 Agustus 2018. 

Ia menyadari Yogyakarta bukan sasaran besar bisnis perdagangan berjangka. Oleh sebab itu, PT RFB hanya menargetkan 300 nasabah pada tahun pertama perusahaan tersebut membuka kantor cabang di Yogyakarta. 

"Pembukaan kantor baru untuk memberikan kontribusi untuk Yogyakarta. Biar mereka bisa jadi SDM yang terlibat dalam mengembangkan industri. Juga untuk membuka lowongan tenaga kerja untuk lulusan pendidikan di Yogyakarta," katanya. 

Ia mengatakan, bisnis perdagangan berjangka memang belum familiar di sebagian besar lapisan masyarakatnya. Terlebih, orang yang terlibat dalam bisnis ini berasal dari kalangan menengah ke atas. Misalnya, dari kalangan pengusaha hingga pemiliki usaha bidang ekspor-impor. 

"Untuk itu, edukasi, sosialisasi, dan promosi ini penting kami lakukan. (Bisnis) tak hanya menyasar satu sektor khusus, tapi golongan menengah ke atas yang punya dana lebih. Lalu yang memahami risiko investasi," katanya. 



(RRN)