Terjaring OTT di Solo, Harus Hafal Pancasila

Pythag Kurniati    •    Selasa, 29 Nov 2016 12:24 WIB
pancasila
Terjaring OTT di Solo, Harus Hafal Pancasila
Kegiatan Operasi Tanda Tanya yang di Pasar Gede, Kota Solo, Jateng, Selasa (29/11/2016). (Metrotvnews.com/Pythag Kurniati)

Metrotvnews.com, Solo: Slamet Widodo, 47, terkejut ketika anggota Detasemen Polisi Militer (Denpom) IV/4 Solo dan sejumlah satpam tiba-tiba menarik tangannya. Raut ketakutan tampak dari wajah pria yang sehari-hari jualan koran di kawasan Pasar Gede Solo, Jawa Tengah itu.

Tidak saja Slamet, belasan tukang becak, loper koran, dan pedagang pasar juga ditangkap pada operasi pada Selasa, 29 November.

“Ini OTT, Operasi Tanda Tanya,” ujar Kopral Kepala (CPM) Partika Subagyo Lelono, selaku koordinator aksi.

Dengan tegas, Kopral Subagyo, demikian ia biasa disapa, meminta mereka menyebutkan sila-sila Pancasila. Raut wajah ketakutan mereka pun berubah menjadi tawa.

“Saya kira apa. Ternyata, diminta menyebutkan Pancasila. Untung saya masih hapal benar,” tutur Slamet.


Kegiatan Operasi Tanda Tanya untuk hafalan Pancasila bagi warga. 

Slamet menuturkan sila ketiga Persatuan Indonesia adalah sila penting yang saat ini harus dipegang erat oleh bangsa Indonesia. “Saya sebagai wong cilik cuma bisa berdoa supaya Indonesia tetap utuh, tidak terkotak-kotakkan,” kata dia.

Subagyo mengungkapkan aksi ini kembali mengingatkan masyarakat akan pentingnya nilai-nilai Pancasila, utamanya persatuan. Aksi ini juga menyampaikan pesan kedamaian agar seluruh umat menjaga kerukunan.

"Jangan tercerai-berai karena golongan atau orang tertentu,” urainya.

Secara khusus, Kopral Subagiyo dan belasan orang lainnya juga mendoakan agar aksi 2 Desember berjalan lancar. “Ingat selalu untuk jaga kerukunan,” tandasnya.


Warga berebut lenjongan makanan tradisional usai OTT.

Operasi Tanda Tanya mengenai Pancasila ditutup dengan doa bersama dan menyantap lenjongan (makanan khas) bersama-sama. Olahan makanan dari singkong dan tepung tersebut memiliki tekstur lengket. Hal itu, kata Kopral Subagyo, menyimbolkan eratnya tali persaudaraan bangsa Indonesia yang harus benar-benar dijaga.


(SAN)