Pemkab Jepara Mengendus Adanya Pemotongan Bantuan RTLH

Rhobi Shani    •    Jumat, 17 Mar 2017 15:58 WIB
bedah rumah
Pemkab Jepara Mengendus Adanya Pemotongan Bantuan RTLH
Salah satu rumah tak layak huni di Kabupaten Jepara, Jawa Tenngah -- MTVN/Rhobi Shani

Metrotvnews.com, Jepara: Pemerintah Kabupaten Jepara mengendus adanya pemotongan bantuan Rumah Tidak Layah Huni (RTLH). Pengawasan penyaluran bantuan RTLH untuk keperluan membeli material itu akan semakin diperketat.

"Sampai saat ini kami memang belum menerima laporan adanya potongan bantuan RTLH. Tapi, kami akan mengasi ketat, sebab kami dapat  indikasi adanya pemotongan," kata Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRPK) Ashar Ekanto di Jepara, Jawa Tengah, Jumat, 17 Maret 2017.

Ashar menjelaskan, indikasi adanya potongan bantuan itu nampak dari keluhan warga melalui akun media sosial Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jepara. Meski begitu, sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan adanya pemotongan bantuan.

"Untuk mengawasi realisasi bantuan tersebut, kami dibantu tenaga fasilitator lapangan. Itu kan bantuan khusus warga miskin, masak masih akan dipotong," tutur Ashar.

Ashar mengatakan, pemerintah desa harusnya turut andil mengawasi penggunaan RTLH. Terutama dalam penyedian tenaga pekerja. Apakah nantinya proses pembangunan dilakukan dengan gotong royong atau dengan cara lain.

"Pihak desa sudah kami beri pengarahan agar mereka ikut bertanggung jawab," beber Ashar.

(Baca: 61.528 Rumah di Jepara Tak Layak Huni)

Tahun ini, tambah Ashar, bantuan RTLH akan diberikan kepada 1.671 rumah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 500 rumah ditangani pihaknya. Sementara, 1.171 limpahan dari Dinas Sosial.

Sebanyak 200 rumah sudah diajukan ke bagian keuangan. Harapannya, bulan ini pembangunan 200 rumah terealisasi.

"Bantuan untuk 500 rumah dari kami, masing-masing dianggarkan Rp15 juta. Sementara, untuk rumah yang dilimpahkan Dinas Sosial kepada kami besaran bantuannya Rp5 juta per rumah," pungkas Ashar.


(NIN)