Hasil Tambang Ilegal Disetor ke BUMN Konstruksi

Antara    •    Rabu, 22 Mar 2017 12:58 WIB
tambang ilegal
Hasil Tambang Ilegal Disetor ke BUMN Konstruksi
Foto ilustrasi. (Ant/Syaiful Arif)

Metrotvnews.com, Batang: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menginspeksi galian C ilegal di
aliran Sungai Petung, Desa Polodoro, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, Rabu, 22 Maret 2017. Seorang sopir pengangkut hasil tambang menyebut hasil tambangnya disetor ke Badan Usaha Milik Negara bidang konstruksi.

"Kirim (hasil penambangan ilegal berupa pasir dan batu) ke Semarang juga Pak, ke Adhi Karya," kata Wardi, sopir truk pengangkut hasil tambang, menjawab pertanyaan Ganjar.

Wardi mengaku baru empat hari mengambil pasir hasil penambangan galian C di Sungai Petung. Dia membayar Rp300 ribu kepada mandor yang bernama Asrofi.

"Pasir dimasukkan truk dengan bakchoe (ekskavator), saya bayar ke mandor dan dibawa ke Semarang," ujarnya.

Menurut Ganjar, perusahaan konstruksi berskala besar apalagi yang mengerjakan proyek pemerintah seharusnya mengecek sumber pasokan bahan baku apakah berizin atau ilegal.

"Jangan sampai proyek pemerintah dipasok bahan baku dari tambang ilegal, saya akan sampaikan ini agar sama-sama semua membantu," katanya.

Saat tiba di lokasi penambangan galian C ilegal, Ganjar mendapati satu unit ekskavator serta 18 unit truk pengangkut pasir yang sudah ditinggalkan pengemudinya.

Puluhan pekerja tambang galian C terlihat berlarian ke arah hutan saat mengetahui iring-iringan kendaraan orang nomor satu di Jateng itu.

Sebelum meninggalkan lokasi, Ganjar menghubungi Kapolres setempat untuk melakukan pencegahan terjadinya praktik penambangan ilegal. "Kalau tidak bisa dibina ya ambil saja, atau warga sebenarnya kalau kompak bisa pasang portal tutup akses ke sungai," ujarnya.


(SAN)