Penuturan Saksi Pengeroyokan 2 Penagih Utang

Rhobi Shani    •    Senin, 21 Nov 2016 19:23 WIB
kasus pembunuhan
Penuturan Saksi Pengeroyokan 2 Penagih Utang
Polisi mencari barang bukti di lokasi perkelahian dua penagih utang melawan tiga orang di Bantealit, Jepara, Jateng, Senin (21/11/2016). (Metrotvnews.com/Rhobi Shani)

Metrotvnews.com, Jepara: Pelaku pembunuhan pada penagih utang belum terungkap. Namun, jajaran Polsek Batealit, Jepara, Jawa Tengah, menemukan sarung pisau belati yang diduga terkait hilangnya nyawa penagih utang Andik Yulianto, 26.

Sarung pisau hitam dengan panjang lebih kurang 30 sentimeter itu ditemukan pada Senin sore, 21 November di semak belukar tepi hutan Sono Keling. 

Saksi kejadian, Sabari, warga Desa Bantrung, Kecamatan Batealit, menceritakan, saat kejadian, Minggu (20/11/2016), dia sedang berada di dalam rumah. Dia mendengar suara gaduh di seberang rumahnya.

“Begitu saya mendengar suara brak, saya keluar rumah terus melihat ada orang berkelahi,” ujar Sabari, Senin (21/11/2016).

Baca: Penagih Utang Tewas dengan Luka Tusuk

Perkelahian melibatkan dua melawan tiga orang berbadan gempal. Dia hanya melihat perkelahian berdarah itu dari teras rumah. Begitu juga pengendara motor yang melintas, pun hanya melihat tak ada yang berani melerai.

“Jumlah orangnya itu enam, lima laki-laki satu perempuan. Dua orang dikeroyok tiga orang, terus yang perempuan sempat tertimpa motor. Dua orang yang dikeroyok hanya melindungi diri tidak melawan,” papar Sabari.

Salah seorang tersungkur. Satu dari tiga orang itu menghujamkan pisau. Sementera dua pelaku lain memukuli dengan batang kayu.

“Ciri-ciri pelaku yang pegang pisau badannya gempal, rambutnya panjang, pakai kaos. Terus yang perempuan yang tadi tertimpa motor langsung ikut bersama ketiga pelaku,” kata Sabari.

Setelah korban ditinggal pelaku, Sabari datang menghampiri. Korban meminta tolong untuk diantar ke rumah sakit. Satu korban lainnya, bersimbah darah.

“Korban saya tanya rumahnya mana masih bisa jawab, terus dia minta diantar ke rumah sakit,” ucap Sabari.
Kedua korban lantas dibawa ke RSUD Kartini Jepara.

Dua orang itu diketahui bernama Ridwan dan Andik Yulianto. Andik meninggal saat perjalanan ke rumah sakit. Sementara, Ridwan hingga kini masih dirawat intensif di ruang Dahlia I RSUD Kartini Jepara.

“Kelihatannya korban ini debt collector, karena di dalam jok motornya ada buku catatan plat nomor motor,” tutur Sabari.


(SAN)