Groundbreaking Bandara Kulon Progo Molor

Patricia Vicka    •    Senin, 21 Nov 2016 13:09 WIB
bandara
<i>Groundbreaking</i> Bandara Kulon Progo Molor
Masterplan Bandara Kulon Progo. (Metrotvnews.com/bpmpt.kulonprogokab.go.id)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Proses peletakan batu pertama (groundbreaking) bandara baru Yogyakarta di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo molor lagi dari jadwal. Dari semula akhir November 2016 menjadi awal tahun 2017.

Manajer Proyek Pembangunan Bandara Kulon Progo dari PT Angkasa Pura 1, Sujiastono, menjelaskan, mundurnya jadwal disebabkan molornya proses pemberian uang ganti rugi tahap tiga.

"Pembayaran tahap ketiga kemungkinan baru minggu depan. Groundbreaking Januari 2017," ujar Sujiastono melalui sambungan telepon di Yogyakarta, Senin (21/11/2016).

Baca: Pembangunan Bandara Kulon Progo Banyak Tabrak Aturan

Mestinya, pembayaran tahap tiga akan dilangsungkan hari ini. Namun, administrasi beberapa warga terdampak ada yang belum lengkap, dan masih dibukanya kesempatan warga memilih bentuk ganti rugi.

Data dari Angkasa Pura 1 mencatat ada sekitar seratusan warga terdampak bandara yang mengubah bentuk ganti rugi dari sebelumnya relokasi lahan menjadi uang. 

"Kami juga ukur ulang tanah warga yang tadinya enggak mau diukur. Lalu yang ahli waris belum sepakat semua, masih kami beri waktu diselesaikan," tuturnya.

Di tahap ketiga, selain warga terdampak, AP 1 akan memberi ganti rugi pada fasilitas umum, fasilitas sosial, dan tanah instansi yang terkena gusur.

Baca: Bandara Kulon Progo Ditargetkan Beroperasi 2019

Suji menambahkan, realisasi pembayaran ganti rugi tahap kedua baru mencapai Rp2,6 triliun dari target Rp2,8 triliun yang seharusnya diberikan.

"Sisanya kita bereskan di tahap ketiga. Kalau enggak selesai juga kita konsinyasi ke pengadilan," tegasnya.

AP 1 mengklaim sudah berhasil memberikan lebih dari 57 persen uang ganti rugi pada warga.


(SAN)