Siklon Tropis Cempaka

Lima Warga DIY Meninggal, 1.550 Terpaksa Mengungsi

Patricia Vicka    •    Rabu, 29 Nov 2017 14:33 WIB
tanah longsorcuaca ekstrembencana alambencana banjirsiklon tropis cempaka
Lima Warga DIY Meninggal, 1.550 Terpaksa Mengungsi
Ilustrasi cuaca buruk. Foto: Antara/Jessica Helena Wuysang

Yogyakarta: Hujan deras dan angin kencang efek Siklon Tropis Cempaka yang menerjang DIY sejak Senin, 27 November 2017, menelan lima korban jiwa. Sebanyak 1.550 warga terpaksa mengungsi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DI Yogyakarta menyatakan Kabupaten Bantul adalah kabupaten tersampak paling parah terdampak.

Mereka diungsikan sementara ke tiga titik di Kecamatan Immogiri."Paling banyak mengungsi di kebon agung sebesar 750orang. Kalau daerah lainnya atau kabupaten saya belum dapat informasi terbaru jumlah pengungsinya," kata Plt Kepala BPBD DIY Krido Suprayitno di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Rabu, 29 November 2017.

Berdasarkan laporan bencana terakhir yang diterima Pusdalop BPBD DIY pada pukul 09.00 WIB, angin kencang serta hujan lebat selama 36 jam di Kabupaten Bantul menyebabkan 67 pohon tumbang, 45 titik tanah longsor, 31 titik banjir.

(Baca: Tiga Warga Yogya yang Tertimbun Longsor Meninggal)

"Dampaknya 1 korban meninggal. Tiga jembatan dilaporkan putus yaitu di dua di Kecamatan Pundong dan satu di Bangunjiwo," terang Krido.

Gunungkidul terkena dampak banjir paling parah. Dilaporkan ada 44 banjir, 9 titik tanah longsor, dan 9 titik pohon tumbang. Ini akibat dari meluapnya sejumlah sungai yang mellintasi Gunungkidul. Banyaknya lokasi banjir ini disebabkan kondisi sungai Gunungkidul yang dangkal.

Kota Yogyakarta ikut terdampak

Sementara di Kota Yogyakarta, tercatat ada 9 tanah longsor, 1 wilayah banjir dan 9 pohon tumbang yang menyebabkan 3 orang meninggal. Tanah longsor terjadi antara lain di Prenggan Kota Gede, Kricak Tegal Rejo, Purbayan Kota Gede dan Pringgokusuman. Sebanyak 151 kepala keluarga terdampak bencana.

Di Kabupaten Sleman, Badai Cempaka membuat pohon tumbang di 17 titik, tanah longsor 15 titik, dan banjir 28 titik. "Ada sekitar 200 warga terdampak. Puluhan rumah, talud dan fasilitas umum rusak. Tapi gada korban jiwa dann korban luka,"kata Kepala Pusdalop BPBD DIY Danang Syamsu Rizal.

(Klik: Tiga Rumah di Bantul Roboh karena Hujan)

Badai Cempaka juga menyebabkan satu orang meninggal di Kulon Progo akibat longsor. Tercatat 20 titik pohon tumbang, 27 titik longsor, dan 6 titik banjir. Warga yang meninggal berasal dari Kecamatan Pengasih.

BPBD dibantu relawan dan waega setempat telah melakukan kerja bakti pembersihan material longsor dan banjir. Dapur Umum juga sudah dibangun sejak semalam. Keperluan logistik seperti bahan pangan dan peralatan masak juga sudah dikirim ke posko pengungsian. tercatat ada tiga posko pengungsian yaang terletak di kantoe kecamatan Immogiri, Balai desa Kebon Agung dan Balai Desa Immogiri.


(SUR)