Dugaan Penipuan Kerabat Keraton Kasunanan Surakarta, Polisi Periksa 7 Saksi

Pythag Kurniati    •    Selasa, 05 Dec 2017 13:14 WIB
penipuan
Dugaan Penipuan Kerabat Keraton Kasunanan Surakarta, Polisi Periksa 7 Saksi
Kapolresta Surakarta AKBP Ribut Hari Wibowo

Solo: Proses penyidikan dugaan penipuan dan penggelapan uang sewa pedagang dan wahana permainan sekaten terus berjalan. Hingga saat ini, polisi telah meminta keterangan saksi-saksi.

"Sampai sekarang kita sudah memeriksa 7 orang saksi," kata Kapolresta Surakarta AKBP Ribut Hari Wibowo di Kota Solo, Senin, 4 Desember 2017.

Para saksi yang dimintai keterangan antara lain merupakan pedagang sekaten, pemilik wahana permainan, perwakilan Dinas Perdagangan Kota Surakarta dan Satpol PP. Dari pemeriksaan sementara itu, diperkirakan total kerugian yang ditimbulkan mencapai Rp30 juta.

"Kita sekaligus akan telusuri aliran dananya," papar Ribut.

Baca: Kerabat Keraton Kasunanan Ditahan Polisi

Penyidik telah mengumpulkan barang bukti terkait. Barang-barang yang disita antara lain kuitansi, surat kuasa dari adik raja yakni KGPH Benowo pada Robby Hendro Purnomo.

Surat kuasa itu membuktikan bahwa Benowo menunjuk Robby sebagai Ketua Koordinator Pesta Rakyat Sekaten di kawasan Alun-Alun Utara Surakarta.

"Barang bukti lainnya, ada juga dokumen-dokumen yang kita anggap penting bagi penyidikan," tutur dia.

Saat ini, KGPH Benowo dan Robby masih ditahan oleh kepolisian. "Keduanya ditahan terpisah," imbuh Ribut. Jika terbukti bersalah mereka terancam dikenai Pasal 378 KUHP tentang penipuan.

Kapolresta Surakarta juga membenarkan bahwa Sinuhun PB XIII (Raja Keraton Kasunanan Surakarta) melayangkan surat agar menangguhkan penahanan adiknya tersebut.

"Penahanan penangguhan memang sah-sah saja. Tapi pertimbangan dan keputusan (penangguhan penahanan) itu ada pada penyidik," tutur dia.


(ALB)