Pemprov Jateng Sebut Tambang Longsor di Magelang Ilegal

Mustholih    •    Kamis, 21 Dec 2017 17:37 WIB
tanah longsor
Pemprov Jateng Sebut Tambang Longsor di Magelang Ilegal
Proses evakuasi korban longsor Magelang. Foto: Metro TV

Semarang: Lokasi galian C Kali Bebeng, Desa Kaliurang, Kecamatan Srumbung, Magelang, Jawa Tengah, longsor beberapa hari lalu dan menelan sejumlah korban jiwa. Ternyata, penambang yang mengeruk pasir dan batu tidak mengantongi izin tambang dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

"Itu ilegal. Tapi memang  ada ribuan penambang di sana," kata Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Jawa Tengah, Teguh Dwi Paryono, saat dihubungi Medcom.id, Semarang, Jawa Tengah, Kamis, 21 Desember 2017.

Namun, kata Teguh, mayoritas pekerja tambang yang melakukan aktivitas pengerukan di Kali Bebeng itu berasal dari luar Magelang, Jawa Tengah. Mereka rata-rata berasal dari Temanggung, Wonosobo, dan daerah-daerah sekitar magelang.

"Ada penambang dari Kabupaten Magelang tapi kebanyakan para pendatang," jelas Teguh.

Teguh menyatakan aktivitas galian C di Jawa Tengah sebenarnya sudah menelan banyak korban jiwa. Namun, para penambang terkesan abai dengan bahaya yang setiap saat mengintai mereka di lokasi galian.

"Padahal jauh-jauh hari sudah kita beri peringatan. Tapi ini kan masalah perut jadi pada akhirnya mereka tidak berpikir pada asas keselamatan," terang Teguh.

Demi menghindari korban jiwa yang terus bertambang, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebenarnya pernah mengumpulkan para pekerja dan pengusaha tambang untuk membuat paguyuban. Mereka diharapkan mengurus izin tambang ke Pemerintah Jawa Tengah.

"Tapi nyatanya susah juga. Mereka modelnya pengen nambang tapi mudah untuk diangkut. Nah sasarannya tebing-tebing itu," ujar Teguh seraya menambahkan. "Kalau dari Peraturan Menteri ESDM tidak ada kecelakaan tambang karena memang mereka tidak berizin."

Menurut Teguh, di Jawa Tengah, daerah yang menjadi langganan tambang liar, antara lain, di kaki Gunung Merapi termasuk penambangan di Kali Bebeng, Wonosobo, dan Banyumas.

Sebelumnya, longsor terjadi di tebing sungai Kali Bebeng, Magelang, pada Senin, 18 Desember 2017. Puluhan pekerja tambang tertimbun material longsor. Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana, sedikitnya delapan pekerja tambang tewas tertimbun longsor saat bencana itu terjadi.


(SUR)