Jangan Sampai Korban Gempa Terlalu Lama Bersedih

K. Yudha Wirakusuma    •    Senin, 18 Dec 2017 00:50 WIB
<i>Jangan Sampai Korban Gempa Terlalu Lama Bersedih</i>
Wakil Sekjen Hanura Tri Dianto di tengah warga korban gempa/Dok.istimewa

Jakarta: Berbagai cara dapat digunakan untuk membantu korban bencana gempa di Tanah Air agar dapat segera bangkit. Salah satunya dengan cara mengunjungi dan menyapa para korban tersebut secara langsung.  

"Saya keliling lihat lokasi-lokasi yang terkena dampak gempa," kata Wakil Sekjen Hanura Tri Dianto dalam pesan singkat, Minggu, 17 Desember 2017.

Berdasarkan informasi dari BNPB, di Cilacap, Jawa Tengah ada 19 rumah yang mengalami kerusakan berat akibat gempa beberapa waktu lalu. Sebanyak lima rumah rusak sedang dan empat rumah mengalami rusak ringan.

Untuk kerusakan bangunan, ada dua kios pasar yang roboh. "Namanya bencana kan tidak bisa diperkirakan sebelumnya," ucapnya.

Di salah satu lokasi yang terkena dampak gempa, yaitu Desa Gentasari, Kecamatan Kroya, Cilacap, Tri Dianto memberikan bantuan. Dia berharap bantuan tersebut bisa membesarkan hati korban gempa.

"Hanya sebagai tanda simpati dan jangan sampai mereka terlalu lama bersedih. Saya sampaikan semoga bantuan ini ada gunanya dan manfaatnya," terang dia.

Sebelumnya diketahui, Kepala Pusat Data dan Informasi Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, gempa berkekuatan 6,9 skala richter (SR) yang berpusat di Tasikmalaya, Jawa Barat menyebabkan 473 rumah rusak.

Untuk Tasikmalaya, rumah yang mengalami rusak berat mencapai 72 unit, sedangkan rumah dengan kerusakan sedang sebanyak 37 unit. Kerusakan bangunan juga meliputi SMKN 3 Tasikmalaya, SMP, RSUD Dr Soekarjo, Aula Kecamatan, Polsek Bojonggambir, Madrasah Al Hikmah Jatiwangi dan Masjid Jami Assyuhada Kubangsari Tamanjaya.

Kemudian di Ciamis, rumah yang rusak berat tercatat sebanyak 50 unit, rumah rusak sedang mencapai 83 unit, dan rumah rusak ringan berjumlah 188 untuk. Untuk Pangandaran, rumah yang mengalami rusak berat mencapai 33, rumah yang mengalami rusak sedang yakni 20, dan rumah rusak ringan 38 unit.

Selanjutnya Kota Banjar, rumah yang mengalami kerusakan sedang tujuh unit. Lalu di Banjarnegara ada satu rumah yang mengalami kerusakan berat dan satu kerusakan bangunan yakni Bank Jateng. Di Garut, rumah dengan kerusakan berat mencapai 27 rumah.

Sementara di Banyumas, terdapat 22 rumah rusak berat. Bangunan yang rusak terdiri dari RSUD Banyumas dan RS Siaga Medika. Sedangkan di Pekalongan ada tiga rumah yang mengalami kerusakan berat dan  satu bangunan di Sleman juga mengalami rusak berat.


(DHI)