Gunungkidul Siapkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik

Ahmad Mustaqim    •    Selasa, 16 Oct 2018 17:08 WIB
pemerintah daerah
Gunungkidul Siapkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik
Bupati Gunungkidul Badingah. MEDIA INDONESIA Koresponden/ Furqon.

Gunungkidul: Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta menyiapkan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE). Langkah ini dilakukan menyusul tersedianya sistem informasi yang ada di setiap desa setempat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gunungkidul, Drajad Riswandono mengatakan, langkah itu dilakukan untuk menindaklanjuti Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 95 tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Drajad mengatakan sistem informasi desa (SID) di 144 desa di Gunungkidul sudah ada sejak 2012. 

"Gunungkidul merupakan satu-satunya kabupaten (di Yogyakarta) yang desanya memiliki website sendiri," kata Drajad saat dihubungi di Yogyakarta, Selasa, 16 Oktober 2018.

Drajad menjelaskan, SID yang sudah ada berfungsi mendukung pengelolaan komunitas di setiap desa. Sistem tersebut terintegrasi dengan sistem di pemerintah Kabupaten Gunungkidul.

Untuk memaksimalkan kinerja, ia meminta pemerintah desa secara rutin memperbarui data dan informasi di SID. "Kami inginkan data ada terbaru setiap waktu, termasuk apabila ada warga yang meninggal. Kemudian nanti bisa terintegrasi pemerintah kecamatan sampai kabupaten," jelas Drajad.

Sementara itu Bupati Gunungkidul, Bandingan, mengungkapkan, belum semua situs SID dikelola dengan aktif. Ia memperkirakan baru 25 SID yang dikelola dengan aktif. Sementara itu, 40 persen SID berstatus normal dan 35 persen sisanya masih kurang. Menurutnya, hal itu tak lepas masih adanya titik blank spot di sejumlah desa.

"Pemerintah masih berupaya agar memperbaiki ini, termasuk sumber daya manusia di desa dan infrastruktur telekomunikasi," jelas Bandingan.

Belum lama ini, Pemkab Gunungkidul diganjar Anugerah Kihajar. Anugerah ini diberikan pemerintah bagi kepala daerah yang berperestasi dalam pendayagunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk pendidikan.

Bandingan berharap penghargaan ini bisa berkorelasi dengan perbaikan penggunaan jaringan informasi untuk dunia pendidikan setempat. "Kami akan berupaya meningkatkan ini," pungkas Bandingan.


(DEN)