Mahasiswa UNS Meninggal Setelah Jatuh dari Lantai 4 Fakultas Teknik

Citra Larasati    •    Kamis, 13 Sep 2018 22:12 WIB
bunuh diri
Mahasiswa UNS Meninggal Setelah Jatuh dari  Lantai 4 Fakultas Teknik
Ilustrasi orang jatuh. Foto: Medcom.id/Mohammad Rizal

Jakarta:  Mahasiswa Teknik Arsitektur,  Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Guntur Suryo Hapsoro, 20, meninggal dunia akibat jatuh dari lantai 4 Gedung 5 Fakultas Teknik UNS, pukul 12.00 WIB, Kamis, 13 September 2018.  Almarhum yang biasanya mudah bergaul, berubah menjadi penyendiri sejak ayahandanya meninggal dunia beberapa waktu lalu.

Dekan Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Sholihin Asad mengatakan, tidak ada orang yang melihat langsung saat Guntur jatuh dari lantai 4 gedung 5 Fakultas Teknik UNS.  Namun berdasarkan penuturan salah satu dosen kepada Sholihin, sebelum kejadian Guntur terlihat bolak balik di selasar kampus, dengan wajah gelisah.

"Tiba-tiba jatuh, ada suara 'breg', kemudian sudah di lantai bawah," kata Sholihin saat dihubungi Medcom.id, di Jakarta, Kamis, 13 September 2018.

Almarhum sebenarnya sempat dilarikan ke RS dr Oen Kandang Sapi, baru kemudiam dinyatakan meninggal dunia pada pukul 15.41 WIB.  Setelah itu baru dipulangkan ke rumah duka di Banyumanik, Semarang.

Guntur merupakan mahasiswa semester 5 Fakultas Teknik UNS.  Menurut Sholihin, sehari-harinya Guntur dikenal sebagai mahasiswa yang pandai dan mudah bergaul.

Hanya saja sikapnya berubah menjadi pemurung dan penyendiri sejak Ayahanda Guntur meninggal dunia beberapa waktu lalu.  Informasi tersebut didapatkan Sholihin setelah berbicara dengan ibunda Guntur siang tadi.

"Mas Guntur ini sempat dibawa ke RS oleh keluarga beberapa waktu lalu, karena seperti ada gangguan psikologis sejak ayahnya meninggal, seperti ada beban, begitu cerita dari ibu almarhum," terang Sholihin.

Bahkan seharusnya Guntur berencana mengambil cuti semester ini, mengingat kondisi psikologisnya yang sedang membutuhkan pendampingan.  "Tapi almarhum tetap mengambil kuliah semester ini, Mas Guntur mengambil kulias 12 SKS (Satuan Kredit Semester)," kata Sholihin.

Menurut Sholihin, pihak keluarga sudah mengikhlaskan kepergian Guntur, bahkan ibunda Guntur juga meminta seluruh pihak untuk bersama-sama mendoakan dan turut mengikhlaskan kepergian putranya.

"Keluarga dan kami pihak kampus sudah mengikhlaskan, karena kasus ini tidak ada unsur kesengajaan atau apapun," ungkap Sholihin.

Saat ini jenazah sudah diserahkan kepada pihak keluarga, dan dibawa ke Semarang menggunakam ambulans. "Tadi saya ikut mengantar sampai ambulans pukul 19.30 WIB, selanjutnya kami serahkan pada pihak keluarga," tutup Sholihin.


(MBM)