Kekeringan di Tegal Kian Meluas

Kuntoro Tayubi    •    Selasa, 29 Aug 2017 18:31 WIB
kemarau dan kekeringan
Kekeringan di Tegal Kian Meluas
Warga mengantre air bersih di Tegal, Jawa Tengah. (Metrotvnews.com /Kuntoro Tayubi)

Metrotvnews.com, Tegal: Kekeringan di wilayah Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, kian meluas. Tak sedikit warga yang kesulitan mendapatkan air bersih. Pemerintah daerah diharapkan segera mengirim air bersih ke sejumlah desa. Utamanya di wilayah Kecamatan Suradadi, Warureja, dan Kedungbanteng.

Anggota DPRD Kabupaten Tegal, Rudi Indrayani yang berasal dari Desa Jatibogor, Kecamatan Suradadi, membenarkan jika bencana kekeringan sudah meluas di wilayahnya. Air di sungai sudah banyak yang mengering. Bahkan, sumur pun sudah tidak mengeluarkan air yang mengakibatkan warga kesulitan air bersih.

"Ini harus secepatnya ditangani. Kasihan warga yang kesulitan mendapatkan air bersih," kata politikus Partai Gerindra, Selasa, 29 Agustus 2017. 

Kepala Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal Sunarto mengaku sudah menyalurkan bantuan air bersih di 10 desa di Kecamatan Warureja, Suradadi, Kedungbanteng, dan Jatinegara yang dilanda kekeringan sejak April hingga Agustus. 

"Saat ini jumlah desa ‎yang membutuhkan bantuan air bersih karena musim kemarau bertambah. Bisa dikatakan kekeringan sudah meluas," kata Sunarto.

Selain 10 desa yang sudah lebih dulu mengalami kekeringan, sejumlah desa yang saat ini ‎membutuhkan bantuan air bersih di antaranya Desa Karangmulya, dan Banjaragung di Kecamatan Warureja, serta Semedo, Kecamatan Kedungbanteng. Warga di tiga desa tersebut membutuhkan bantuan air bersih untuk keperluan sehari-hari.

"Dari laporan yang masuk ke kami, mereka (tiga desa itu) saat ini sedang membutuhkan air bersih. Tapi belum mendapatkan bantuan," ujarnya.

Mengingat hal itu, Sunarto mengaku akan segera mengirimkan mobil tangki air bersih ke tiga desa tersebut. Namun dia juga berharap adanya langkah serupa dari instansi lain agar pemberian bantuan air bersih bisa maksimal, termasuk kemungkinan adanya desa-desa lain yang juga mengalami kekeringan.

"Di satu desa kami maksimal hanya bisa membantu air bersih sebanyak empat tangki dengan kapasitas 6.000 liter, padahal butuhnya sampai delapan tangki," ucapnya.

‎Selain mengharapkan adanya droping air bersih dari instansi pemerintah, Sunarto menambahkan, PMI juga akan mengupayakan bantuan air bersih melalui CSR perusahaan dengan memanfaatkan mobil tangki yang dimiliki PMI. "Saat-saat ini bantuan air bersih sangat diharapkan warga sementara yang disalurkan dari kami masih kurang," ujarnya.


(ALB)