Darurat Kekeringan Jateng sampai Akhir Oktober

Mustholih    •    Jumat, 22 Sep 2017 14:27 WIB
kemarau dan kekeringan
Darurat Kekeringan Jateng sampai Akhir Oktober
Sejumlah warga antre mendapatkan air bersih saat berlangsung penyaluran bantuan air bersih di Dusun Keniten, Tepusen, Kandangan, Temanggung, Jawa Tengah -- MI/Tosiani

Metrotvnews.com, Semarang: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menetapkan darurat kekeringan hingga 31 Oktober 2017. Blora dan Wonogiri dinyatakan sebagai daerah paling parah di antara 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah.

"Kekeringan (Jawa Tengah) sekarang ada 32 kabupaten. Diperkirakan, 15 Agustus sampai 31 Oktober 2017 kita kondisi darurat," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Semarang, Jumat 22 September 2017.

Ganjar mengatakan, Pemprov Jateng jauh-jauh hari sudah melakukan upaya antisipasi dampak kekeringan. Upaya tersebut, antara lain mensiagakan pasokan air bersih ke daerah-daerah rawan kekeringan.

"Kita sudah siapkan perencanaannya sejak Juni. Sehingga, sekarang semua sudah siap menyalurkan bantuan air bersih," tegas Ganjar.

Di samping itu, Pemprov Jateng juga melakukan penyambungan pipa-pipa air bersih dan sumur-sumur darurat di tiap daerah rawan kekeringan. Ganjar mengakui, Jawa Tengah memang tidak bisa terbebas dari kekeringan.

"Kalau masyarakatnya berada di dataran tinggi dan daerah kering, kita tidak bisa memaksa mereka pindah. Satu-satunya cara adalah kita memberikan saluran air ke arah sana," terang Ganjar.

Untuk jangka panjang, Pemprov Jateng berencana mengkonservasi sumber-sumber air dan membangun waduk-waduk kecil di daerah Jateng yang rawan kekeringan. "Teorinya sudah ada, karena daerah-daerah tertentu memang langganan (kekeringan), kita siapkan," ujar Ganjar tanpa menjelaskan lebih detail.


(NIN)