Bupati Bantul: Kami Sudah Lakukan Sesuai Prosedur

Ahmad Mustaqim    •    Senin, 04 Sep 2017 19:00 WIB
Bupati Bantul: Kami Sudah Lakukan Sesuai Prosedur
Bupati Bantul, Suharsono. (MTVN-Ahmad Mustaqim)

Metrotvnews.com, Bantul: Bupati Bantul, Suharsono siap menghadapi gugatan warga Parangkusumo, Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta yang dilayangkan di Pengadilan Negeri (PN) Bantul pada Senin, 4 September 2017. Ia mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul sebatas menjalankan perintah dari Pemerintah DIY. 

"Ya kita siap menghadapi gugatan warga (Parangkusumo)," kata Suharsono saat ditemui di ruang kerjanya pada Senin, 4 September 2017. 

Suharsono mengklaim, pihaknya melakukan penggusuran sudah sesuai prosedur. Yakni dimulai dengan melayangkan surat peringatan hingga tiga kali. 

Namun, kata dia, surat peringatan itu tak diindahkan dan dilanjutkan dengan eksekusi di kawasan zona inti Gumuk Pasir. "Bahkan suratnya sampai enam kali. (Penggusuran) kalau kasar dan anaskhis, sama sekali tidak. Kami tetap manusiawi," katanya. 

Ia juga mengungkapkan Pemkab Bantul tak memiliki kekuasaan dalam menanggapi gugatan warga Parangkusumo. Menurutnya, hal itu kekuasaan Pemerintah DIY. 

Baca: Warga Parangkusumo Gugat Bupati Bantul

Menurut dia, permintaan ganti rugi bisa diminta langsung ke Pemerintah DIY. Ia mengaku tak bisa berbuat banyak soal itu. "Semua wewenangnya provinsi. Silakan kalau menggugat ke provinsi (Pemerintah DIY) saya antar ke sana," katanya. 

Warga Parangkusumo sebelumnya menggugat Bupati Bantul, beserta Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Panitikismo Kraton Yogyakarta ke PN Bantul. Hal ini mengingat atas klaim dasar penggusuran warga yang menempati lahan milik Kraton Yogyakarta atau Sultan Ground. Gugatan ini menuntut ganti rugi materiil maupun immateriil dari penggusuran yang diterjadi pada pertengahan Desember 2016. 

(ALB)