Bupati Bantul Mengklaim Sudah Berupaya Memperbaiki Jembatan Pundong

Ahmad Mustaqim    •    Rabu, 16 Aug 2017 09:54 WIB
jembatan rusak
Bupati Bantul Mengklaim Sudah Berupaya Memperbaiki Jembatan Pundong
Warga nekat melintas di jembatan gantung meski telah ada peringatan larangan -- MTVN/Ahmad Mustaqim

Metrotvnews.com, Bantul: Jembatan gantung yang menghubungkan Dusun Nangsri, Desa Srihardono dengan Dusun Nambangan, Desa Seloharjo di Kecamatan Pundong, Bantul, Yogyakarta masih saja dimanfaatkan warga untuk melintas. Padahal kondisinya sudah rusak dan nyaris ambruk karena pondasi jembatan tergerus luapan Sungai Opak. Besi penyangga di salah satu sudut juga sudah patah.

Bupati Bantul Suharsono mengatakan, sudah menginstruksikan penutupan jembatan dan melarang warga melintasinya. Papan peringatan larangan melintas juga telah terpasang di kedua ujung jembatan.

"Mungkin warga masih melewati jembatan itu karena jika lewat jalur lain harus memutar sekitar empat kilometer," kata Suharsono, Rabu 16 Agustus 2017.

Menurut Suharsono, dirinya sudah meninjau lokasi jembatan gantung yang rusak pada akhir 2016 itu. Ia mengakui, siapa pun yang nekat melintasi jembatan selebar 1,5 meter dan panjang 20 meter itu seolah bertaruh nyawa.

(Baca: Sebagian Warga Yogya Bertaruh Nyawa Demi Pendidikan)

Ia pun mengaku, sudah berupaya melakukan perbaikan. Meskipun sebenarnya perbaikan jembatan menjadi tanggung jawab Pemerintah DIY.

Bahkan, lanjut Suharsono, pihaknya sudah mengajukan permohonan perbaikan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Permohonan perbaikan tidak hanya untuk jembantan gantung di Pundong, tapi juga jembatan di Kecamatan Kretek dan Kecamatan Piyungan.

"Masih menunggu waktu yang pas. Misalnya, memasang tiang pancang dengan ketinggian 15 meter, kondisi di bawahnya harus tidak ada air agar tidak tergerus," ungkap pensiunan polisi ini.

(Baca: Jembatan Gantung di Bantul Rusak)

Suharsono berpesan, agar warganya berpikir ulang saat hendal melintasi jembatan gantung Pundong. Ia mengimbau warganya mengutamakan keselamatan, meski harus menempuh jarak lebih jauh.

Jembatan gantung di Pundong itu pernah rusak akibat terjangan lahar dingin Merapi pada 2010. Enam tahun berselang, salah satu besi penyangga patah akibat terjangan banjir pada akhir 2016.


(NIN)