Sopir Taksi Online Ditelanjangi di Bandara Adisutjipto

Ahmad Mustaqim    •    Senin, 19 Jun 2017 16:58 WIB
taksi online
Sopir Taksi Online Ditelanjangi di Bandara Adisutjipto
General Manager Bandara Adisutjipto PT Angkasa Pura I Agus Pandu Purnama menunjukkan salinan surat tilang dan identitas kendaraan kendaraan taksi online -- MTVN/Ahmad Mustaqim

Metrotvnews.com, Sleman: Seorang sopir taksi online ditelanjangi oleh sekelompok orang di pintu masuk-keluar penumpang Bandara Adisutjipto, Sleman, Yogyakart,a pada Minggu malam, 18 Juni 2017. Kejadian itu diunggah di YouTube berjudul `Perbuatan tidak Manusiawi Terhadap Sopir Taksi Online di Bandara Adisucipto Jogjakarta`.

Rekaman berdurasi 13 detik itu diunggah akun Teras Production pada 18 Juni 2017 dan telah dibuka 14.000 kali. General Manager Bandara Adisutjipto PT Angkasa Pura I Agus Pandu Purnama tak memambantah kejadian itu.

"Itu tindakan spontanitas oleh beberapa sopir yang sudah berizin dan bekerja sama dengan kami," kata Agus di Kantor PT Angkasa Pura I, Yogyakarta, Senin 19 Juni 2017.

Agus mengatakan, sopir taksi daring tersebut diduga hendak menaikkan penumpang dari Bandara Adisutjipto. Sopir taksi daring itu juga diketahui tak memiliki SIM dan sudah ditilang akibat tak memiliki surat menyurat kendaraan.

"Kami menyesalkan kejadian itu. Setelah tim AU (Angkatan Udara) mengambil alih mengamankan, sopir taksi (online) itu kami lepaskan," katanya.

Belakangan, beredar sebuah video penjelasan dari korban pengemudi sopir taksi online itu. Video berdurasi 1 menit 36 detik berisi penuturan seseorang sopir taksi online.

Sopir tersebut mengaku tidak berniat mengangkut penumpang di bandara. "Pelangganku sudah bilang, 'Kalau salah, yang salah aku, bukan sopir'. Tapi, tetap saya minta maaf dengan telanjang," ujar seseorang dalam rekaman video itu.

Kepala Bidang Humas Polda Daerah Istimewa Yogyakarta AKBP Yulianto mengatakan, pihaknya belum mendapat laporan terkait kejadian itu. Meski belum mendapat laporan, pihaknya akan mencari dan menyelidikan kejadian itu.

Apabila terbukti dan diperkuat laporan, kasus tersebut bakal ditangani Polres Sleman. "Nanti yang menangani Polres Sleman," kata dia.


(NIN)