84 Jasa Tukar Uang di Solo Ditindak dalam Sepekan

Pythag Kurniati    •    Sabtu, 17 Jun 2017 13:05 WIB
penukaran uang
84 Jasa Tukar Uang di Solo Ditindak dalam Sepekan
Jasa penukaran uang di pinggir jalan Kota Solo, Jawa Tengah. (Metrotvnews.com/Pythag Kurniati)

Metrotvnews.com, Solo: Jasa penukaran uang pecahan kecil di pinggir-pinggir jalan Kota Solo tak lagi leluasa berjualan. Mereka harus berhadapan dengan satuan polisi pamong praja setempat.

Satpol PP Kota Solo mengawasi ketat sejumlah titik yang jadi lokasi penukaran uang liar. Malah, dalam sehari ada 10-12 orang ditangkap karena menjajakan uang pecahan.

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Kententraman Masyarakat Agus Siswuryanto mengatakan, seminggu terakhir menjaring 84 orang. Itu merupakan hasil operasi 24 jam (tiga shift) selama Ramadan.

"Sanksinya kita ambil peralatan jual dan banner-nya. Boleh diambil kembali di kantor Satpol PP setelah Idulfitri," jelas Agus di Solo, Jawa Tengah, Sabtu, 17 Juni 2017.

Satpol PP juga akan mencatat identitas dan mengambil foto diri jasa penukar uang kecil yang tertangkap. Perlunya untuk menandai agar tidak mengulangi aksi.

Satpol PP mencatat, kurang lebih ada tujuh titik lokasi jasa penukaran uang pecahan liar. Seperti kawasan Jalan Slamet Riyadi (dari Pasar Kleco hingga Balai Kota), Jalan Adi Sucipto (kawasan Manahan), kawasan Gladag, dan kawasan Sriwedari.

Mereka juga biasanya menempati kawasan Mangkunegaran (Pasar Pon), kawasan Mayor Kusmanto dan Jalan Urip Sumoharjo. "Tempat-tempat itu biasanya menjadi langganan," papar Agus.

Penertiban jasa tukar uang di pinggir jalan, kata dia, penting dilakukan. Selain untuk menekan penipuan juga untuk menekan adanya kemungkinan uang palsu. Jasa tukar uang liar tersebut juga dinilai menyalahi perda.

"Lagipula untuk penukaran uang resmi, Bank Indonesia juga telah menggandeng 86 kantor perbankan di Kota Solo. Masyarakat seharusnya menukarkan uang pecahan kecil di sana," pungkas dia.


(SAN)