Pembangunan Infrastrukur DIY Fokus ke Pengentasan Kemiskinan

Patricia Vicka    •    Kamis, 26 Oct 2017 18:35 WIB
infrastruktur
Pembangunan Infrastrukur DIY Fokus ke Pengentasan Kemiskinan
Tugu Yogyakarta. Foto: MTVN/Ahmad Mustaqim

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Pembangunan infrastruktur di Daerah Istimewa Yogyakarta tak diarahkan ke sektor industri, tapi lebih untuk mengentaskan kemiskinan dan peningkatan perekonomian. Pembangunan infrastruktur yang berjalan kebanyakan fokus untuk menyokong sektor Pariwisata dan UMKM.

“Kalau DIY tanah sempit, industri enggak bisa dibangun. Yang paling memungkinkan ya bangun (infrastrukktur) pariwisata dan  UMKM,” ujar Sekretaris Daerah Pemda DIY, Gatot Saptadi di Kepatihan Yogyakarta, Kamis 26 Oktober 2017.

Gatot mengatakan jalan, jembatan dan bangunan di sektor tersebut tidak hanya sekedar sebagai sarana dan prasarana masyarakat. Namun, untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian agar angka kemiskinan turun.  

Belanja DIY dalam APBD-P 2017 mencapai Rp5,187 triliun. Jumlah tersebut terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp2,628 triliun dan belanja langsung sebesar Rp2,559 triliun.

Pembangunan infrastruktur masuk ke dalam anggaran belanja langsung barang dan jasa serta belanja modal. Belanja barang dan jasa dalam APBDP 2017 dianggarkan sebesar Rp1,278 triliun dan belanja modal Rp1,097 triliun.

APBD DIY dipakai untuk membangun akses jalan di destinasi wisata, mengembangkan masyarakat sekitar untuk membangun sarana dan prasarana wisata. Selain itu, uang dibelanjakan untuk mengembangkan UMKM melalui suntikan modal usaha.

“Maksud ucapan pak Jokowi jangan dipatok hanya untuk infrastruktur saja. Tapi kami melihat untuk mengangkat ekonomi masyarakat juga. misalnya pemberian permodalan, pengembangan ukm, pariwisata.  Itu yang lebih dibutuhkan di DIY,” katanya.

Bagi si miskin

Sementara Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Taviv AGus Rayanto mengatakan ke depan infrastruktur yang dibangun diprioritaskan berupa infrastruktur dasar untuk masyarakat kurang mampu. Hal ini sesuai dengan arahan Gubernur DIY saat memaparkan visi dan misi 2017-2022.

“Pak Gubernur menyebutkan bagi orang yang sulit air bersih harus dipenuhi. Bagi yang rumahnya jelek, dipenuhi rumahnya. Yang ga punya sanitasi ya dibuatkan sanitasi. Itu yang jadi prioritas,” tuturnya.

Selain itu anggaran APBD turut difokuskan untuk pembangunan fasilitas dan infrastrutur di daerah Selatan Yogyakarta sesuai dengan Visi dan Misi Pemda DIY yakni Kejayaan Samudra Hindia. Diantaranya merampungkan pembangunan Tanjung Adikarto, Jalan Jalur LIngkar Selatan (JJLS) dan  akses jalan ke Bandara baru di Kulon Progo.

Namun keduanya belum bisa memastikan apakah dana pembangunan fisik tersebut sudah mencapai 60 persen dari APBD yang ada.


(SUR)