Jokowi, Memori, dan Dosen Pembimbingnya nan Galak

Patricia Vicka    •    Selasa, 19 Dec 2017 16:24 WIB
presiden jokowi
Jokowi, Memori, dan Dosen Pembimbingnya nan Galak
Kasmujo, 68, dosen pembimbing Presiden Jokowi semasa kuliah yang disebutnya yang galak. di Yogyakarta. Foto: Medcom.id/Patricia Vicka

Yogyakarta: Presiden Jokowi menyempatkan diri bernostalgia ke kampusnya usai memberi kuliah umum dalam Dies Natalies ke-68 Universitas Gajah Mada pada Rabu, 19 Desember 2017. Kedatangan almamater Fakultas Perhutanan UGM angkatan 80 ini disambut meriah.

Pemandu sorak Kapak Rimba Fakultas Kehutanan dan diiringi tabuhan drumband menyambut kedatangan RI-1. Setelah menyapa para tamu undangan, Jokowi sempat menceritakan pengalaman tak terlupakan bersama dosen pembimbing skripsinya.

Ia menyempatkan diri memberi penghargaan kepada sang dosen pembimbing yang hadir di depannya. Jokowi bercerita bahwa dosen pembimbing yang bernama Kasmujo, 68, amat galak. Bahkan dia sempat menyebut nama Kasmujo di dalam kuliah umumnya

"Mana pak Kasmujo?" tanya Jokowi. Kasmujo yang mengenakan pakaian batik segera berdiri dan menghampiri Jokowi.

Presiden mengaku kerap dibentak Kasmujo waktu bimbingan skripsi. Pernyataan Jokowi ini memancing gelak tawa orang yang mendengar.

(Baca: Cerita Presiden Tentang Dosen UGM yang Galak)

Namun kegalakan dosen pembimbingnya itu menjadi pemacunya untuk segera menyelesaikan skripsi.

"Begitu dibentak, saya jadi semangat lagi bikin bimbingan. Ketemu dibentak lagi.  Saya bikin lagi. Lalu ketemu lagi, dibentak lagi," katanya sambil tersenyum. Namun, ia menilai Kasmujo kini berubah menjadi sosok yang bijaksana dan penyabar.

Usai memberikan kata sambutan, Jokowi segera masuk ke lobi gedung fakultas kehutanan. Di situ sudah ada pameran foto-foto lawas Jokowi saat berstatus mahasiswa.

Jokowi tak banyak berubah
 
Usai acara berakhir, Kasmujo mengakui perilaku Jokowi tak banyak berubah. Kesederhanaan dan sifat membumi tak pernah hilang sejak duduk di bangku kuliah. Semasa kuliah, Kasmujo menilai Jokowi termasuk sosok yang pintar dan disiplin.

"Rajin bikin skripsinya. lulus enam bulan kemudian usai skripsi selesai. Lulusnya tepat waktu empat tahun dengan IPK di atas rata-rata," tutur Kasmujo.

Sifat Jokowi yang membuat Kasmujo kagum adalah kegemarannya untuk tak pernah berhenti belajar dan mengembangkan kemampuan. Saat masih kuliah, Jokowi sudah bekerja sambilan membantu sang paman berjualan mebel.

Walau tertarik dengan alam, Jokowi mau mengembangkan ilmu kewirausahaannya.

"Sampai dia lulus pun masih suka main bertemu saya untuk sharing ilmu. Dia sering tanya saya kayu apa yang bagus untuk diekspor ke luar negri," kata pria yang tinggal di Pogung Kidul Sleman ini.

Kini, Kasmujo sudah pensiun sebagai dosen UGM. Namun ia masih diminta mengajar beberapa mata kuliah di sekolah vokasi UGM.


(SUR)