Warga Diimbau Waspada Puncak Musim Hujan

Kuntoro Tayubi    •    Rabu, 22 Nov 2017 15:50 WIB
cuaca ekstrem
Warga Diimbau Waspada Puncak Musim Hujan
ilustrasi Metrotvnews.com

Tegal: Puncak musim hujan di Kabupaten Tegal diperkirakan terjadi pada Desember 2017 hingga Januari 2018. Mengingat hal itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal sudah mulai meningkatkan kewaspadaannya. 

Kepala BPBD Kabupaten Tegal Tedjo Kisworo mengatakan, intensitas turunnya hujan mulai meningkat namun masih tak menentu. Sejauh ini, pihaknya sudah siaga dengan meningkatkan kewaspadaan. Antara lain, personel, peralatan, dan logistik untuk menangani korban bencana banjir atau longsor.

"Di wilayah Kabupaten Tegal hujan masih sporadis. Tapi kita sudah siaga," kata Tedjo saat dihubungi Metrotvnews.com, Rabu, 22 Novemver 2017. 

Tedjo memperkirakan intensitas hujan kian tinggi saat memasuki Desember dan mencapai puncaknya pada Januari mendatang. Untuk itu, selain BPBD, pihaknya juga berharap warga untuk meningkatkan kewaspadaan saat hujan. 

"Personel sudah lebih digiatkan piket 24 jam, termasuk relawan di daerah-daerah yang rawan banjir dan longsor," ujarnya.

Terkait peralatan, Tedjo mengaku sudah mendapat tambahan dua perahu karet dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Total terdapat empat perahu karet yang bisa digunakan jika dibutuhkan proses evakuasi. "Kita memiliki empat perahu yang kondisinya baik. Ada yang pakai mesin. Bila dibutuhkan siap digunakan," ungkapnya. 

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tegal Samsuri mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Tegal supaya waspada dengan musim pancaroba. Dirinya tak menampik, pergantian musim di bulan ini cukup membahayakan karena disertai dengan angin kencang.

"Tiap malam anginnya kencang, diharapkan warga jangan keluar malam," pesannya.

Seperti diketahui, sejumlah wilayah di Kabupaten Tegal rawan banjir dan longsor. Wilayah rawan banjir terutama berada di kawasan pantura seperti Kecamatan Warureja, Kramat, dan Suradadi. Sementara wilayah rawan longsor di antaranya Kecamatan Bojong‎, Bumijawa, dan Pangkah.

Caption: Warga mengevakuasi barang berharga akibat bencana tanah bergerak di Desa Dermasuci, Kecamatan Pangkah, Tegal, Jawa Tengah. 


(ALB)