Hanya 500 Taksi Online Boleh Beroperasi di Yogyakarta

Patricia Vicka    •    Senin, 11 Dec 2017 18:41 WIB
transportasi berbasis aplikasi
Hanya 500 Taksi Online Boleh Beroperasi di Yogyakarta
Ilustrasi aplikasi transportasi online, Medcom.id - Ahmad Mustaqim

Yogyakarta: Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta mengusulkan kuota 500 unit mobil yang beroperasi sebagai taksi berbasis aplikasi atau online. Kuota akan diatur dalam Surat Keputusan Gubernur DIY.

Kepala Dinas Perhubungan DIY Sigit Sapto Rahardi mengatakan penentuan kuota sesuai rumus dan formula yang tercatat di Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 108 Tahun 2017 mengenai angkutan sewa khusus. Tapi aturannya bukan berbentuk Peraturan Gubernur.

"Aturannya dalam bentuk SK Gubernur. Kuota, wilayah juga tarif batas atas batas bawah sudah kami usulkan ke Biro hukum Pemda di dalam draft SK tersebut," ujar Sigit di Yogyakarta, Senin, 11 Desember 2017.

Sementara itu, penentuan tarif atas dan bawah sesuai dengan Permenhub Nomor 108 Tahun 2017. Yaitu Rp3.500 untuk batas bawah dan Rp6.000 untuk batas atas. 

Sigit melanjutkan pemerintah tidak membatasi wilayah operational kendaraan selama berada dalam Daerah Istimewa Yogyakarta. Untuk kawasan umum seperti terminal, stasiun dan bandara, pembatasan taksi online diserahkan kepada pengelola dan pemilik fasilitas umum. "Wilayah operational bebas diseluruh DIY. Mobil pengemudi ya plat Jogja (AB)," tegasnya.

Draf pengaturan taksi online kini sudah diajukan ke Gubernur untuk mendapat persetujuan. Sigit berharap draft tersebut bisa setujui Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam minggu ini. Ia menargetkan pada bulan Januari 2018, Permenhub taksi online sudah diaplikasikan ke lapangan.

"Januari kami coba tegakkan aturan PM 108. Kami gandeng Satlantas DIY untuk melakukan tindakan dan operasi kalau masih ada yang membandel," pungkasnya.


(RRN)