Terlihat Elite, Warga Takut Mampir ke Pasar Rakyat Pengkol

Rhobi Shani    •    Selasa, 07 Nov 2017 12:58 WIB
revitalisasi pasar
Terlihat Elite, Warga Takut Mampir ke Pasar Rakyat Pengkol
Bukannya makin memikat warga, apiknya bangunan Pasar Rakyat Pengkol Darsinah di Jepara justru membuat calon pembeli lari. Foto: MTVN/Rhobi Shani

Metrotvnews.com, Jepara: Bangunan pasar rakyat di Jalan Ahmad Yani di Kelurahan Pengkol Kabupaten Jepara selesai direvitalisasi beberapa waktu lalu. Bukannya makin memikat warga, apiknya bangunan justru membuat calon pembeli lari.

Saat Metrotvnews.com menyambangi pasar, sejumlah kios tampak tutup. Beberapa pedagang sayur mulai habis barang dagangannya.

Seorang pedagang di Pasar Rakyat Pengkol Darsinah menyampaikan, dia sudah berjualan makanan tradisional di Pasar Rakyat Pengkol lebih dari 10 tahun lalu. Sejak Pasar Pengkol revitalisasi menjadi lebih modern, pengunjung pasar malah menurun.

“Kalau dulu, pasar biasa yang jelek malah ramai. Tapi setelah jadi bagus ini malah sepi,” ungkap Darsinah, Selasa 7 November 2017.

Darsinah menduga, pengunjung berkurang lantaran warga takut masuk pasar. Bangunan berarsitektur modern mengesankan bangunan tersebut bukan pasar rakyat, melainkan pusat perbelanjaan modern.

"Dikiranya sini itu tidak pasar karena bangunannya bagus, tidak seperti pasar-pasar pada umumnya,” kata Darsinah.

Pedagang lainnya, Ngatminatun mengungkapkan, dibanding pasar tradisional lainnya di Jepara, pengunjung Pasar Rakyat Pengkol jauh lebih sepi. Itu dia rasakan sejak pasar selesai direnovasi pada paruh tahun ini.

“Sepi, tidak seperti pasar Ratu (Jepara Satu) dan Pasar II. Saya tidak tahu kenapa, apakah pasar ini kurang promosi atau bagaimana,” kata Ngatminatun, pedagang jajanan.



Pasar Rakyat Pengkol Darsinah sepi pengunjung sejak direvitalisasi paruh waktu tahun ini. Foto: MTVN/Rhobi Shani

Lebih wuenak

Darsinah mengaku suasana pasar setelah direnovasi justru menjadi lebih enak. Pasar menjadi lebih bersih. Selain itu, fasilitas seperti tempat cuci tangan, toilet, dan kipas angin membuat pedagang menjadi nyaman.     

"Kalau bersihnya iya, bersih. Bangunannya juga bagus. Kalau selesai berjualan memang disapu bersih,” tandas Darsih.

Bangunan pasar bergaya modern dengan desain minimalis. Tampak dari depan, bangunan pasar didominasi warna merah, kuning, dan biru.

Pintu masuk tepat di bagian tengah bangunan pasar, di antara kios-kios. Lukisan kartun di kanan kiri dinding menghiasi pintu masuk. Kursi stainless steel ditempatkan di depan lukisan dinding bertuliskan “Sugeng Rawuh ing Pasar Pengkol”.

Meski menyandang predikat pasar rakyat, pasar ini jauh dari kesan becek dan kumuh. Lantai keramik putih tampak bersih tanpa sampah. Tempat mencuci tangan di sudut kanan depan bagian dalam pasar pun berfungsi baik.

Di beberapa tiang penyangga terdapat tempelan stiker bertuliskan “Jalur Evakuasi”. Selain itu, terdapat beberapa tabung gas racun api.
 


(SUR)