19 Tahun Aniaya Istri & Suruh Anak Mengemis, Sugito Diringkus

Rhobi Shani    •    Rabu, 23 Nov 2016 16:35 WIB
kekerasan dalam rumah tangga
19 Tahun Aniaya Istri & Suruh Anak Mengemis, Sugito Diringkus
Ilustrasi (Metrotvnews.com/M Rizal)

Metrotvnews.com, Jepara: Sebagai kepala keluarga, Sugito, 51, warga RT 2 RW 3 Desa Mayong Lor Kecamatan Mayong Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, mestinya jadi panutan istri dan anaknya. Bukannya menebar kasih sayang, Sugito malah menganiaya Ngatemi, 43, istrinya, dan memaksa AS, 8, anaknya, mengemis di pasar tradisional.
 
Penganiayaan yang dilakukan Sugito dimulai sejak usia pernikahan mereka masuk tahun pertama pada 1997 atau 19 tahun lalu. Hingga memiliki anak, sikap arogan Sugito tak berubah. Sugito kerap memukul istrinya dengan tangan kosong maupun dengan benda.

Perlakuan kasar Sugito merembet ke anaknya. Ia merendam anaknya di dalam bak air dan meminta anaknya mengemis di pasar tradisional. Jika uang hasil perolehan mengemis sedikit, Sugito langsung memukulnya.
 
Pendamping korban, Tigor Sitegar, mengungkapkan, karena tak tahan menerima perlakuan kasar suaminya, Ngatemi lantas mengadukan apa yang dialaminya ke sang kakak. Mendapat aduan itu, kakak Ngatemi bersama Tigor lantas melapor polisi.
 
“Laporan kami pada awal Ramadan (Juni) lalu, tapi baru kemarin pelaku ditangkap,” ujar Tigor di Mapolres Jepara usai mendampingi Ngatemi saat dimintai keterangan polisi, Rabu (23/11/2016).
 
Ditambahkan Tigor, akibat perbuatan kasar itu, AS sampai saat ini mengalami trauma. Setiap kali melihat wajah Sugito, dia ketakutan. Sugito yang bekerja serabutan, menyuruh anaknya mengemis sejak setahun lalu.
 
“Kasihan anaknya karena kalau di sekolah jadi bahan ejekan teman-temannyan dan sempat tidak naik kelas,” kata Tigor.
 
Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jepara Iptu Rofikoh menyampaikan saat ini Sugito mendekam di sel tahanan Mapolres Jepara. Sugito ditangkap kemarin malam.
 
“Saat ini sudah masuk proses pemberkasan, saksi-saksi juga sudah dimintai keterangan,” kata Rofikoh.
(UWA)