Satpam pun Jadi Ujung Tombak Pungli

Ahmad Mustaqim    •    Rabu, 16 Nov 2016 19:59 WIB
pungutan liar
Satpam pun Jadi Ujung Tombak Pungli
Ilustrasi. Foto: Antara/Yusran Uccang

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Satuan Pengamanan (Satpam) di Pengadilan Negeri Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, diduga hendak melakukan pungutan liar (pungli). Seorang sopir agen pariwisata, Edi, mengaku hampir terkena pungli yang dilakukan oknum satpam ini.

Edi mengatakan peristiwa itu bermula saat dirinya sedang menjemput tamu dari Bandara Adisutjipto memakai mobil dengan pelat nomor luar DIY, belum lama ini. Saat melewati simpang tiga Maguwoharjo, Sleman, Edi tiba-tiba diminta menepi oleh polisi lalu lintas.

"Saya ditilang. Katanya melanggar aturan lalu lintas," kata Edi saat dihubungi Metrotvnews.com, Rabu (16/11/2016).

Mendapat tilang, Edi menyanggupi untuk menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Sleman, 11 November. Akan tetapi, saat hari pelaksanaan sidang, Edi tak bisa hadir.

Sehari berselang, Edi bertanya kepada seorang satpam di PN Sleman tentang berapa biaya denda yang harus ia keluarkan. "Satpamnya bilang, dendanya Rp75 ribu. Jika tak bisa ikut sidang, pengambilan suratnya di kejaksaan, nambah Rp10 ribu," ujarnya.

Edi tak mengiyakan bantuan itu. Pada 14 November, Edi mengambil surat kendaraannya ke kejaksaan Sleman. Di kejaksaan, Edi hanya mengeluarkan uang di bawah dari informasi yang diberikan satpam pengadilan. "Setelah saya ambil sendiri, hanya keluar Rp30 ribu," ujarnya.

Humas PN Sleman, Ayun Kristiyanto, mengatakan pungli sudah tak ada lagi di instansinya. Jika diduga ada pungli, ia meminta pihak yang dirugikan segera melapor.

"Satpam di sini (PN Sleman) hanya dua, satu memakai baju satpam dan satunya tak memakai baju satpam karena sebagai tenaga honorer. Jika merasa dirugikan, catat, laporkan dengan bukti," kata dia.

Soal nominal denda, Ayun menyebut untuk pelanggar roda dua biasanya Rp30 ribu dan mobil Rp40 ribu. "Untuk truk biasanya jarang sampai Rp100 ribu," kata dia.




(UWA)