Muhammadiyah Larang Atributnya Dipakai Aksi 212

Patricia Vicka    •    Rabu, 30 Nov 2016 17:29 WIB
unjuk rasa
Muhammadiyah Larang Atributnya Dipakai Aksi 212
Bendahara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta Herry Zudianto (kanan) dalam konpers bersama Kapolda, Danrem, MUI, Kemenag. (Metrotvnews.com/Patricia Vicka)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Pengurus Pusat Muhammadiyah tak melarang anggotanya mengikuti aksi 2 Desember (212) di Jakarta. Namun, pengurus melarang penggunaan atribut Muhammadiyah sebelum dan selama aksi berlangsung. 

"Enggak boleh pakai atribut Muhamadiyah. Jangan ada lambang Muhamadiyah," tegas Bendahara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta Herry Zudianto usai mengikuti tablig akbar bertajuk Berdoa dari Yogyakarta untuk Indonesia di GOR UNY Yogyakarta, Rabu (30/11/2016). 

Baca: Aparat dan Warga Kirim Doa dari Yogyakarta untuk NKRI

Imbauan ini diucapkan karena adanya ratusan pemuda yang mengaku dari Muhammadiyah akan berangkat ke Jakarta, besok Kamis (1/12/2016). Mereka akan berangkat menggunakan bus dengan titik kumpul di Masjid Muhammadiyah di Gedong Kuning, Bantul, Yogyakarta. 

Herry juga menegaskan PP Muhammadiyah tak pernah mengerahkan massa untuk ikut aksi di Jakarta. Pihak-pihak yang mengatasnamakan Muhammadiyah selama ini bukanlah bagian dari institusi resmi Muhammadiyah. 

Baca: Lantunan NKRI Harga Mati Iwan Fals Puncaki Apel di Semarang

"Yang berangkat ke sana bukan atas nama lembaga. Pak Haedar (Ketum PP Muhammadiyah) tak pernah menggerakkan massa ikut doa di Jakarta," tuturnya.

Siang tadi, ratusan polisi, prajurit TNI, dan warga memenuhi Gedung Olahraga Remaja (GOR) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Mereka melantunkan doa untuk keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

Baca: Polres Cilacap Perketat Perbatasan Jateng-Jabar

Beberapa tokoh seperti Kapolda, Danrem, Ketua MUI, Kemenag Daerah Istimewa Yogyakarta turut hadir di acara itu. Mereka lantas memberikan keterangan resmi pada wartawan usai acara.


(SAN)