Biro Jasa Tumbuh Subur di Kantor Samsat Yogyakarta

Patricia Vicka    •    Kamis, 13 Oct 2016 14:53 WIB
pungutan liar
Biro Jasa Tumbuh Subur di Kantor Samsat Yogyakarta
Kios biro jasa menjamur di sekitar Kantor Samsat Polda DIY. (Metrotvnews.com/Patricia Vicka)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Deretan kios berjajar di sepanjang jalan menuju halaman Kantor Sistem Manunggal Satu Atap (Samsat) Polda DI Yogyakarta.

Kios-kios di Jalan Letjen Suprapto Bumijo, Jetis, Kota Yogyakarta, itu sama sekali tak tersembunyi. Bahkan tulisan penanda berukuran besar terpampang di sana. Orang mudah mengenali para penjaja jasa pengurusan pajak kendaraan bermotor itu. 

Ruang operasi para penjaja tak saja di luar Kantor Samsat. Di lokasi parkir dan pintu masuk kantor, para calo rajin menyapa warga. "Mau dibantu, biar cepat," kata salah satu di antara mereka.

Baca: Gubernur Marahi Polisi Pungli di Kantor Samsat

Pemandangan ini seolah biasa saja. Meski, ada polisi berjaga di sana. Sebagian warga, juga tak sungkan memanfaatkan mereka. "Pakai jasa lebih cepat dan mudah," ujar Heru Setiawan pada Metrotvnews.com, Kamis (13/10/2016). Dia tengah mengurus proses balik nama sepeda motornya. 

Padahal, Samsat DIY telah menerapkan sistem pembayaran online. Di sana juga ada loket-loket pengurusan pajak kendaraan. Malah, ada poster penjelasan tata cara dan persyaratan pengurusan pajak, perpanjangan dan pembuatan surat kendaraan.

Namun, Heru mengaku kerepotan untuk melengkapi persyaratan. Tak mau pusing, biro jasa ia jadikan andalan. Dia bayar Rp700 ribu. Katanya, itu untuk biaya balik nama, bukti pemilikan kendaraan bermotor, serta surat tanda nomor kendaraan.

"Saya diminta mengambil lima hari hingga seminggu ke depan," kata karyawan salah satu sekolah negeri di Yogyakarta itu.

Ongkos yang dibayarkan Heru dianggap sepadan. Sebab, kata Ladi, salah satu calo, besaran ongkos tergantung tingkat kesulitan. Yang dia maksud, kelengkapan dokumen persyaratan.

Dia enggan merinci besaran ongkos untuk ketidaklengkapan salah satu dokumen persyaratan. Ladi cuma memberi patokan angka Rp200 ribu-Rp350 ribu untuk STNK dan BPKB baru.

Lalu, perpanjangan STNK tarifnya berkisar Rp100 ribu-Rp150 ribu. Sedangkan cek fisik, dirinya hanya meminta sekitar Rp20 ribu-Rp30 ribu per kendaraan. 

 


(SAN)