Karyawan Gugat Hotel karena Dipecat Lewat WhatsApp

Ahmad Mustaqim    •    Selasa, 10 Apr 2018 16:58 WIB
ketenagakerjaan
Karyawan Gugat Hotel karena Dipecat Lewat WhatsApp
Aksi solidaritas anggota Federasi Serikat Pekerja Mandiri Indonesia (FSPMI) di Pengadilan Hubungan Industrial Yogyakarta. (Medcom.id-Ahmad Mustaqim)

Yogyakarta: Seorang karyawan hotel berbintang di Yogyakarta, Syamsul Kurniawan, menggugat manajemen tempatnya bekerja karena dipecat sepihak. Syamsul dipecat lewat pemberitahuan media sosial WhatsApp.

Langkah pemecatan yang dinilai non-prosedural itu kemudian disikapi Syamsul dengan menggugat ke Pengadilan Hubungan Industrial Yogyakarta. Gugatan itu diajukan dengan pendampingan Federasi Serikat Pekerja Mandiri Indonesia (FSPMI).

"Gugatan kita ajukan atas nama serikat pekerja karena ada indikasi pelanggaran UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan," kata Sekjen FSPMI Ahmad Mustaqim di Pengadilan Hubungan Industrial Yogyakarta Selasa, 10 April 2018.

Ia menduga pemecatan Syamsul berkaitan laporan seorang tamu hotel yang berlokasi di Jalan Palagan, Sleman, kehilangan Rp100 ribu. Syamsul kemudian dipecat lewat pemberitahuan WhatsApp pada 27 Juli 2017. Saat itu, Syamsul menjabat asisten housekeeping manager.

Oleh manajemen hotel, Syamsul dianggap bertanggung jawab atas kerugian klien. Walaupun, laporan kerugian itu belum terbukti hingga kini.

"Kami juga akan ajukan berkas gugatan atas nama rekan Herini. Meski dia dipecat lewat surat resmi, tapi kami anggap cacat hukum," jelasnya.

Ia mengatakan kasus-kasus di atas sudah dilakukan mediasi lebih dulu di Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman. Tiga kali mediasi, tetap tak menemukan solusi.

Mediasi buntu. Pihaknya lalu mengajukan gugatan sesuai dengan rekomendasi Dinas Tenaga Kerja Sleman.

Dia menambahkan, pihaknya menuntut Syamsul dan Herini kembali dipekerjakan. Sebagai tenaga kontrak, masa kerja keduanya belum habis.

"Syamsul dan Herini seharusnya tidak dikontrak lagi, tapi diangkat sebagai karyawan tetap," katanya.

Gugatan tenaga kerja itu telah memasuki masa persidangan yang ketiga kalinya. "Tapi sidang ditunda karena tergugat tidak datang. Sudah tiga kali tergugat tidak hadir memenuhi panggilan pengadilan," ungkapnya.
 


(SUR)