Perayaan Hari Raya Imlek 2569

Pembuat Kue Keranjang 'Dipaksa' Lembur Jelang Imlek

Rhobi Shani    •    Selasa, 13 Feb 2018 16:19 WIB
hari raya imlek
Pembuat Kue Keranjang 'Dipaksa' Lembur Jelang Imlek
Proses pembuatan Kue Keranjang di sebuah toko yang ada di Jl Wahid Hasyim 60, Kelurahan Panjunan, Kota Kudus. Foto: Medcom.id/Rhobi Shani

Kudus: Pesanan kue keranjang di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, meningkat tajam jelang perayaan Hari Raya Imlek 2569. Pembuat kue keranjang harus menambah jam kerja sejak sepekan lalu untuk memenuhi pesanan.

Trisnawati, pembuat kue khas Tionghoa tersebut mengatakan, pesanan kue keranjang mulai masuk sejak Desember 2017. Pesanan kian meningkat jelang Imlek yang jatuh pada 16 Februari 2018. Bahkan, masih ada yang memesan kue keranjang untuk dikirim usai Imlek.
 
"Seminggu ini lembur terus sampai malam. Pesanan ada terus sampai nanti seminggu sampai dua minggu setelah Imlek," ujar Trisnawati, Selasa, 13 Februari 2018.

Pesanan kue keranjang juga datang dari berbagai kota. Mulai dari Jakarta, Surabaya, Rembang, Pati, dan Jepara. Sementara untuk pasar lokal Kudus, konsumen lebih banyak datang ke gerainya yang berada di Jalan Wahid Hasyim 60, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Kota Kudus.

Usaha pembuatan kue keranjang Trisnawati merupakan warisan dari mertuanya, Lauw Trien Nyio. Trisnawati sudah mengelola usaha tersebut selama 10 tahun.

Melly, menantu Trisnawati, menyebut pembuatan kue keranjang hanya dijalankan menjelang Imlek. Begitu pula dengan peralatan pembuatan dodol khas Tionghoa, yang hanya dikeluarkan di waktu tersebut.

"Pembuatnya kami dibantu tiga karyawan, dua mengukus satu membuat adonan. Mendekati Imlek seperti ini ya, sampai malam," kata Melly.

Dalam sehari usaha keluarganya membutuhkan dua kuintal bahan mentah berupa tepung ketan dan gula pasir. Kue keranjang dibuat dalam dua ukuran, seperempat kilogram dan setengah kilogram. Untuk varian rasa ada empat, taitu vanili, coklat, pandan dan prambors.
 
“Untuk harganya, perbiji ukuran seperempat kilogram harganya Rp9.000. Sementara untuk kemasan setengah kilogram harganya Rp18.000,” pungkas Melly.
 


(SUR)