Kekerasan di Akpol Semarang

Usai Sidang Vonis, Sembilan Taruna Akpol Langsung Bebas

Mustholih    •    Jumat, 17 Nov 2017 16:56 WIB
kekerasan
Usai Sidang Vonis, Sembilan Taruna Akpol Langsung Bebas
Suasana sidang vonis tindak kekerasan terhadap taruna Akpol Semarang di PN Semarang, Jumat, 17 November 2017, MTVN - Mustholih

Semarang: Sembilan taruna tingkat III Akademi Kepolisian Semarang, Jawa Tengah, tak akan mendekam di penjara meski divonis pengadilan. Usai sidang vonis, mereka dapat menghirup udara bebas.

Mereka dinyatakan bersalah atas kekerasan yang mengakibatkan taruna tingkat II, Muhammad Adam, tewas. Dalam putusan Majelis Hakim, ke sembilan terdakwa itu terbukti melanggar Pasal 170 ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Putusan itu disampaikan Majelis Hakim dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri Semarang. Sebab, mereka sudah menjalani masa tahanan sebelum vonis.

"Hari ini (mereka) sudah keluar. Proses administrasi sudah selesai. Mereka kembali ke Akpol," kata kuasa hukum para terdakwa, HD Djunaedi, usai sidang, Jumat, 17 November 2017.

Tapi Djunaedi tidak tahu apakah mereka akan kembali ke Akpol. Sebab, itu merupakan kebijakan pimpinan Akpol untuk menerima kembali atau tidak. Namun, lanjut Djunaedi, mereka berharap dapat melanjutkan studi yang tertunda selama proses hukum berjalan dalam enam bulan belakangan.

Sembilan taruna tingkat III Akpol yang bebas itu adalah Joshua Evan, Reza Anata, Indra Zulkifli, Dwi Sutrisno, Aditya Khaimara, Chikita Alviano, Rion Kurnianto, Erik Apriliyanto, dan Hery Avianto.

Djunaedi menambahkan para taruna Akpol ini menghormati putusan Majelis Hakim. Namun, mereka belum mengambil sikap apakah bakal mengajukan banding atau tidak. 

"Kami hormati apapun yang diputuskan Hakim. Kami terimakasih apapun yang dalam keputusan ini ada yang terima dan tidak yerima. Ternyata nurani Majelis Hakim masih asa di negeri ini," tegas Djunaedi.

Djunaedi meminta Akpol melihat fakta bahwa para kliennya itu dinyatakan tidak terlibat menganiaya Muhammad Adam. "Semoha pihak Akpol bisa melihat fakta-fakta yang ada. Jadi saya rasa mereka bisa kembali ke akpol. Mereka juga berprestasi secara akademik," ujar Djunaedi.



(RRN)