Pembayaran Tol Soker Dioperasikan dengan Sistem Tertutup

Pythag Kurniati    •    Minggu, 19 Nov 2017 11:18 WIB
pembangunantarif toltol
Pembayaran Tol Soker Dioperasikan dengan Sistem Tertutup
Simulasi penggunaan kartu pembayaran non tunai gerbang tol pada masyarakat di Solo Car Free Day, Minggu, 19 November 2017.

Solo: Tol Solo-Kertosono mulai dioperasikan pada Januari 2018. Sejak awal pengoperasian, pembayaran tol dilakukan secara non tunai dengan sistem tertutup.

Manajer Operasional PT. Solo Ngawi Jawa Imam Zarkasih mengungkapkan sistem tertutup mengharuskan kendaraan menempelkan kartu sebanyak dua kali. Pertama pada pintu masuk tol kemudian pada saat keluar tol.

Ketika menempelkan kartu di gerbang masuk, lanjutnya, mesin akan mencatat data. "Antara lain mengenai asal gerbang masuk serta golongan kendaraan," papar Imam di sela sosialisasi elektronifikasi tol di Solo Car Free Day, Minggu, 19 November 2017.

Pada tahap penempelan kartu di gerbang masuk, saldo kartu tidak akan berkurang. Kemudian, di gerbang keluar, pengemudi diminta kembali menempelkan kartu pada mesin. 

"Saat keluar inilah mesin akan menghitung jarak tempuh. Saldo sekaligus akan terpotong sesuai jarak tempuh," urai dia.

Adapun pada saat dioperasionalkan pertama kali pada Januari 2018, ada lima pintu masuk tol Soker. Pintu gerbang tersebut yakni di Ngasem (Kartasura), Klodran (Karanganyar), Kebakkramat (Karanganyar), Pungkruk (Sragen) dan gerbang tol Ngawi.

Direktur Keuangan PT. Solo Ngawi Jaya (SNJ) Yudhi Mahyudin menjelaskan, pembayaran tol dengan sistem tertutup biasa dilakukan pada tol jarak jauh. "Jarak Solo-Ngawi sendiri jaraknya mencapai 90 kilometer," ujar dia.

Selain tol Soker, sistem tertutup juga diberlakukan di Semarang-Solo.

Sedangkan sistem terbuka dioperasikan pada tol jarak dekat dengan traffic kendaraan yang padat. "Seperti di Jagorawi," katanya.


(ALB)