Hakim Tolak Gugatan Warga Gusuran PT KAI

   •    Selasa, 01 Nov 2016 16:04 WIB
penggusuran
Hakim Tolak Gugatan Warga Gusuran PT KAI
Foto ilustrasi. (Ant/Didik Suhartono)

Metrotvnews.com, Semarang: Pengadilan Negeri Semarang menolak gugatan warga Kampung Kebonharjo, Semarang Utara, terhadap PT Kereta Api Indonesia (KAI). Materi gugatan atas penggusuran berkaitan dengan reaktivasi rel menuju Pelabuhan Tanjung Emas itu, dianggap kabur.

Dalam sidang di PN Semarang, Selasa, 1 November, Hakim Ketua Eny Indriyartini, menerima eksepsi tergugat. Hakim mengabulkan eksepsi tergugat yang menyatakan gugatan penggugat kabur.

Baca: Eksekusi PT KAI: Polisi dan Wartawan Terluka, Satu Warga Tewas

Gugatan yang dinilai kabur, kata dia, yakni berkaitan dengan batas tata letak rumah warga yang digusur tersebut. "Penggugat tidak menguraikan batas-batas tanah warga yang terkena proyek tersebut," katanya, dikutip Antara.

Dalam sidang lapangan, lanjut dia, diketahui bangunan yang digusur memang berada dalam satu wilayah. Namun, tidak dalam posisi berderet dan berhubungan.

Bangunan-bangunan yang dalam posisi terpisah tersebut tidak dijelaskan secara rinci dalam gugatan. Karena dalam gugatan tidak dijelaskan batas-batas yang jelas terhadap tanah yang menjadi sengketa, hakim menolak gugatan.

Hakim berkesimpulan pokok perkara tidak perlu dipertimbangkan lagi.

Kuasa hukum warga Kebonharjo, Budi Sekorianto, menyatakan, belum bisa mengambil keputusan untuk langkah hukum selanjutnya. Namun dia mengklaim, dalam sidang lapangan, diketahui rumah-rumah yang digusur tidak masuk dalam lahan milik PT KAI.

Baca: Lahan Pembangunan Rel Aktivasi di Semarang Mulai Dieksekusi

Meski kalah, menurut dia, masih ada dua gugatan berkaitan dengan perkara tersebut. Yakni, berkaitan penggusuran PT KAI dan Polrestabes Semarang, serta gugatan di PTUN Semarang terhadap Gubernur Jawa Tengah.



Kasus bermula saat eksekusi 130 bidang lahan di Kebonharjo yang terdampak pembangunan rel pelabuhan. 17 bidang di antaranya sudah ber-SHM dan 12 bidang lahan merupakan fasilitas umum. Eksekusi digelar pada Kamis (19/5/2016).


(SAN)