Sepekan Terakhir, Lima Kali Longsor Terjadi di Pekalongan

Kuntoro Tayubi    •    Rabu, 16 Nov 2016 19:01 WIB
longsor
Sepekan Terakhir, Lima Kali Longsor Terjadi di Pekalongan
Warga membersihkan material longsor yang menutupi jalur di Pekalongan, MTVN - Kuntoro Tayubi

Metrotvnews.com, Pekalongan: Tebing setinggi 150 meter dengan lebar 10 meter di Dukuh Candi, Desa Yosorejo, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, longsor. Akibatnya, jalur utama menuju ke enam pedukuhan di Desa Tlogohendro, Kecamatan Petungkriyono, terisolasi.

Ratusan warga dibantu Satgas BPBD, TNI, Polri, dan unsur Muspika lainnya bekerja bakti membersihkan material longsor yang menimbun badan jalan tersebut. Tebing longsor setelah hujan mengguyur kawasan tersebut.

"Sejak Minggu siang, warga enam dukuh ini terisolasi. Tidak bisa pergi kemana-mana karena akses jalan tertutup longsor. Alhamdulillah tidak ada kondisi genting," ujar Darmawan yang turut membersihkan material longsor, Rabu (16/11/2016).

Dalam sepekan, lima kali longsor terjadi di Pekalongan. Longsor terjadi pada tebing setinggi 3 meter dan robohnya pohon-pohon besar, sehinga menutup ruas Jalan Kajen-Kandangserang.

Di Kecamatan Talun, longsor membuat jalan desa ambles. Sehingga kendaraan roda empat tak dapat melintas. 

Di Kecamatan Lebakbarang, tebing setinggi 3 meter juga longsor hingga menutup jalan desa. Satu rumah warga di Desa Bodas, Kecamatan Kandangserang, rusak berat akibat tertimbun longsor tebing setinggi 10 meter. Tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Terakhir, longsor terjadi di Jalan Darurat Desa Luragung-Bojongkoneng, Kecamatan Kandangserang, hingga mengganggu roda perekonomian warga setampat.

Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan, Bambang Sujatmiko mengimbau masyarakat mewaspadai cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi bencana. Utamanya Pekalongan bagian selatan yang berpotensi terjadi bencana tanah longsor.

"Untuk bantuan logistik dan sarana prasarana, kami standby 24 jam di kantor induk,” terangnya.


(RRN)