Polres Gunungkidul Tangkap Pedagang Daging Oplosan

Ahmad Mustaqim    •    Rabu, 23 Jan 2019 17:38 WIB
daging
Polres Gunungkidul Tangkap Pedagang Daging Oplosan
Polres Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta menangkap dua orang pedagang daging oplosan, Rabu, 23 Januari 2019. Medcom.id/ Ahmad Mustaqim.

Gunungkidul: Polres Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta menangkap dua orang pedagang daging oplosan bernama Purtatik, 61, dan Endang Purwanti, 57. Kedua pedagang tersebut mengoplos daging sapi dengan daging babi.

Kapolres Gunungkidul, AKBP Ahmad Fuady mengatakan, keduanya ditangkap setelah aparat memperoleh laporan peredaran dugaan daging oplosan di Pasar Argosari dan Pasar Playen. 

"Dari hasil tes itu ternyata positif campuran daging sapi dan babi," kata Fuady di Mapolres Gunungkidul, Rabu, 23 Januari 2019. 

Polisi menangkap dua pedagang tersebut beserta sejumlah barang bukti, seperti dua bungkus daging oplosan, lima kilogram daging segar, 3,5 kilogram daging olahan, sebilah pisau, satu paket timbangan, serta uang tunai Rp82 ribu.

Menurut Fuady, para pedagang mengoplos daging saat melakukan jual beli. Dalam sehari, mereka bisa menjual lima kilogram daging oplosan. "Keduanya baru beroperasi sekitar sebulan," jelas Fuady.

Fuady menjelaskan, harga daging sapi di pasaran sekitar Rp120 ribu per kilogram, sementara harga daging babi Rp60 ribu per kilogram. Dengan mengoplos, keduanya memperoleh keuntungan lebih besar. "Keduanya mengaku beli di Pasar Beringharjo (Kota Yogyakarta)," jelas Fuady.

Polisi menjerat kedua pedagang dengan Pasal 62 UU Nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, dan UU Nomor 18 tahun 2009 tentang peternakan dan kesehatan hewan. Dengan ancaman hukuman paling lama lima tahun penjara dan denda Rp10 miliar.

Sementara Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Astuti Adiati mengatakan, pihaknya akan meningkatan pengawasan di sejumlah pasar.

Dia juga akan memberikan pemahaman mengenai perbedaan daging sapi dan daging babi kepada masyarakat. "Penjual harus memisahkan setiap jenis daging yang berbeda," ungkap Astuti. 


(DEN)