Petani Bawang Merah Gadai Pompa Air

Kuntoro Tayubi    •    Kamis, 06 Dec 2018 12:28 WIB
musim hujan
Petani Bawang Merah Gadai Pompa Air
Petani bawang merah membawa mesin pompa air ke Pegadaian Brebes, Jawa Tengah, Medcom.id - Kuntoro

Brebes: Petani bawang merah di Brebes, Jawa Tengah, beramai-ramai menggadaikan pompa air. Sebab, musim kemarau akan berganti dengan musim hujan. Di musim hujan, mereka tak lagi menggunakan pompa air untuk mengairi lahan.

Sudirno, petani bawang merah di Desa Tanjung Sari, Kecamatan Wanasari, mengaku menggadaikan mesin penyedot air senilai Rp1,5 juta. Sawahnya sudah mendapatkan aliran air untuk masa tanam hingga persemaian benih.

“Di musim hujan, air berasal dari tadah hujan. Dari pada mesin pompanya tak digunakan mending digadaikan saja untuk menambah modal biaya tanam," kata Sudirno di Desa Tanjung Sari, Kamis, 6 Desember 2018.

Sudirno menjelaskan petani bawang merah biasa menyedot air dari Sungai Pemali pada saat musim kemarau. Itu dilakukan lantaran sumber air di lahan pertanian mengering.
 
Namun saat musim hujan, air mengalir ke lahan pertanian. Sehingga mesin pompa air tak digunakan.

Tindakan serupa pun dilakukan Khanafi, Desa Keboledan, Kecamatan Wanasari. Ia menggadaikan pompa air sebagai agunan pinjaman di pegadaian.

“Setiap musim hujan datang, para petani di Brebes menggadaikan pompa air dan akan ditebus saat musim kemarau datang. Uangnya untuk modal tanam,” kata Khanafi.

Kepala Pegadaian Cabang Brebes, Kadar Sumarji, mengatakan jumlah pompa air yang digadaikan cukup banyak. Dalam sehari, ujar Kadar, kantor pegadaian menerima 20 sampai dengan 50 pompa air yang digadaikan petani.

“Ada yang datang sendiri ke kantor pegadaian. Tapi paling banyak melalui agen pegadaian yang tersebar di beberapa wilayah. Ada yang digadai Rp2 juta, ada yang Rp2,5 juta,” ujarnya.

 


(RRN)