Siswa di Bantul Meninggal Bukan Karena Vaksin MR

Patricia Vicka    •    Jumat, 15 Sep 2017 10:09 WIB
imunisasi
Siswa di Bantul Meninggal Bukan Karena Vaksin MR
Ketua Komite Daerah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komda KIPI) DIY, Mei Neni Citaresmi -- MTVN/Patricia Vicka

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Seorang siswi SMP Kasihan, Bantul, Yogyakarta, meninggal setelah menjalani imunisasi Measless and Rubella (MR) di sekolahnya. Dinas Kesehatan DIY menyatakan, kematian Nana Puspita Sari, 14, bukan disebabkan vaksin Measless and Rubella (MR).

"Siswi itu meninggal karena leukimia (kanker darah)," kata Ketua Komite Daerah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komda KIPI) DIY, Mei Neni Citaresmi, di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Kamis 14 September 2017.

Mei menjelaskan, pihaknya meminta keterangan beberapa pihak pascameninggalnya Nana. Dari situ, diketahui jika Nana menderita kanker darah akut yang berujung pada kematiannya.

"Kami mendengarkan keterangan orang yang memberikan vaksin, hingga dokter anak yang merawat. Kemudian, kami menyimpulkan kematiannya tidak berhubungan dengan vaksin MR," tegasnya.

Menurut Mei, hingga saat ini tidak ditemukn kejadian berbahaya pascapemberian vaksin MR. Pihaknya selalu aktif melakukan pemantauan di lapangan selama pelaksanaan imunisasi.

Kepala Dinas Kesehatan Pemda DIY Pembajun Setianingastutie menambahkan, pihaknya sudah memberikan vaksin sesuai prosedur yang ada. Ia menegaskan,vaksin MR aman bagi anak-anak.

"Orang tua tak perlu khawatir. Petugas ada SOP yang harus ditaati saat memberikan vaksin. Mulai dari kompetensi pemberi pelayanan, prosedur pemberian vaksin, dan lainnya. SOP ini sudah dilaksanakan di lapangan," terangnya.

Sebelumnya, Nana dikabarkan sempat demam tinggi, mual, dan muntah sesudah diberi vaksin MR. Ia pun mendapat perawatan di rumah sakit selama beberapa hari. Namun, ia mengembuskan nafas terakhirnya pada Jumat 8 September 2017. Diduga, keatian Nana karena tidak kuat menerima vaksin MR yang diberikan petugas di sekolahnya.


(NIN)