Indonesia Suarakan Lawan Pencurian Ikan di Samudera Hindia dan Pasifik

Mustholih    •    Rabu, 16 Aug 2017 01:54 WIB
pencurian ikan
Indonesia Suarakan Lawan Pencurian Ikan di Samudera Hindia dan Pasifik
Kawasan pesisir, MTVN - M Rizal

Metrotvnews.com, Semarang: Pemerintah Indonesia mendorong penguatan kerjasama di bidang keselamatan dan keamanan maritim di negara-negara anggota Indian Ocean Rim Association (IORA) dan Melanesian Spearheard Group (MSG). Kerjasama itu meliputi penanggulangan pencurian ikan, perompakan, serta perdagangan ilegal narkotika, senjata, dan manusia.

"Sebagai negara maritim, Indonesia harus memiliki kapasitas menjaga wilayah lautnya dari berbagai tantangan," kata Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri, Desra Percaya, dalam kegiatan Maritime Safety and Security Programme di Akademi Kepolisian Semarang, Jawa Tengah, Selasa 15 Agustus 2017.

Menurut Desra, kerjasama antarnegara anggota IORA dan MSG mutlak diperlukan agar Indonesia menjadi negara yang kondusif untuk jalur perdagangan internasional yang bebas dari ancaman keamanan. Desra mengingatkan Indonesia merupakan negara kepulauan yang dihimpit dua lautan terbesar di dunia yakni Samudera Hindia dan Pasifik.

Desra menuturkan sebagai Ketua IORA, Indonesia berkomitmen mendorong keamanan dan keselamatan maritim. Adapun sebagai tetangga dekat kawasan Pasifik, Indonesia diharuskan mendorong penguatan kerjasama mengatasi isu-isu kemaritiman. 

"Maritime safety and security programme selain sarana berbagi pengalaman dan bertukar informasi juga merupakan kesempatan dalam membangun jejaring penegak hukum kemaritiman," ungkap Desra.

Maritime safety and security programme diikuti delegasi dari 12 negara anggota IORA. Mereka berasal dari Australia, Afrika Selatan, Bangladesh, Comoros, India, Madagaskar, Malaysia, Mauritius, Oman, Somalia, Sri Lanka, dan Tanzania. Adapun tiga negara yang menjadi anggota MSG yang hadir dalam program ini adalah Fiji, Timor Leste, dan Kepulauan Solomon.


(RRN)