Kekeringan di Jateng tak Separah Tahun Lalu

Mustholih    •    Selasa, 05 Sep 2017 12:11 WIB
kemarau dan kekeringan
Kekeringan di Jateng tak Separah Tahun Lalu
ilustrasi Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Semarang: Kekeringan di Provinsi Jawa Tengah diperkirakan tidak separah tahun-tahun sebelumnya. Meski saat ini berada di puncak musim kemarau, hujan sesekali masih turun di beberapa daerah di Jawa Tengah.

"Kemarau tahun ini adalah kemarau basah. Di beberapa daerah masih terjadi hujan. Spot-spot kabupaten masih ada yang hujan. Tapi tidak bisa terprediksi," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Tengah, Sarwa Pramana, Semarang, Jawa Tengah, Selasa, 5 September 2017.

Meski begitu, kata Sarwa, daerah rawan kekeringan di Jawa Tengah dari tahun ke tahun cenderung bertambah. Menurut Sarwa, hingga saat ini, sudah ada 16 kabupaten atau kota di Jawa Tengah yang menetapkan siaga darurat kekeringan. 

"Kalau kekeringan pasti akan bertambah, tapi tidak akan separah tahun-tahun sebelumnya," ujar Sarwa, namun ia tidak bisa menjelaskan detail daerah yang menetapkan darurat kekeringan tersebut.

Sarwa bilang, beberapa daerah seperti Wonogiri, Cilacap, dan Tegal, sudah mengajukan permohonan ke Pemprov Jateng bantuan droping air bersih. "Kami menduga teman-teman daerah sudah mulai kehabisan stok air bersih," terang Sarwa.

Akibat dilanda kekeringan, Sarwa mengaku khawatir gunung-gunung di Jawa Tengah bakal dilanda kebakaran seperti 2015. Kebakaran gunung sudah terjadi di Magelang (Gunung Merapi) dan Wonogiri (Gunung Gandul). "Kebakaran sudah terjadi di Wonogiri, lahan tebu di Kudus, dan Magelang Gunung Merapi. 2015 semua gunung di Jateng terbakar semua. Saya khawatirkan itu," terang Sarwa.


(ALB)