Brebes Diprediksi Padat Mulai Jumat Pekan Depan

Kuntoro Tayubi    •    Sabtu, 17 Jun 2017 13:51 WIB
mudik lebaran 2017
Brebes Diprediksi Padat Mulai Jumat Pekan Depan
Apel gelar pengamanan Operasi Ramadniya Candi (ORC) 2017 di halamam Mapolres Brebes, Jawa Tengah. (Metrotvnews.com/Kuntoro Tayubi)

Metrotvnews.com, Brebes: Kepadatan arus lalu lintas di Brebes, Jawa Tengah diprediksi terjadi pada Jumat, 23 Juni 2017. Para polisi harus bersiaga untuk memastikan keamanan dan kenyamanan para pemudik.

Pernyataan itu ditegaskan Kapolres Brebes, AKBP Luthfie Sulistiawan usai memimpin gelar pengaman Operasi Ramadniya Candi (ORC) 2017 di halaman Mapolres Brebes, Sabtu, 17 Juni 2017. Apel diikuti sekira 661 personel Polres Brebes.

“Hari Jumat arus mulai padat disambung hari Sabtu dan seterusnya,” ujar Luthfie usai apel.

Luthfi menambahkan, arus yang mengarah ke timur Jembatan Kaligangsa cukup ruwet dan harus diatur oleh personel pengamanan di pos. Begitu juga di titik jalan Karang Sawah yang belum ada jembatan. Nantinya akan dialihkan belok kiri melalui jalan kabupaten atau alternatif. Begitu keluar akan ketemu dengan jalan Pasar Linggapura, Tonjong.

“Saya ucapkan terimakasih kepada Kapolsek Tonjong untuk dokar tidak beaktivitas pada arus mudik kali ini. Kemudian untuk flyover di Kretek, sampai sekarang masih menggunakan jembatan bailey atau darurat yaitu besi ditutup kayu,” tuturnya.

Kapolres mengaku, saat ini pasar tumpah di berbagai wilayah yang berpotensi mengganggu kelancaran arus mudik sudah mulai dipasangi pembatas. Begitu juga pos pam dan rambu-rambu lalu lintas sudah mulai dipasang. Ia menekankan pedagang maupun becak tidak beraktivitas di badan jalan, dan harus masuk ke pasar.

“Operasi Ramadniya Candi 2017 dimulai Senin, 19 Juni 2017 diawali dengan Gelar Pasukan Opas Ramadniya Candi 2017 kemudian langsung pergeseran pasukan menempati pos pam masing masing,” ungkap Luthfie.

Ia meminta para perwira untuk mengarahkan cara bertindak di masing masing pos pam. Karena setiap pos pam mempunyai cara bertindak yang berbeda. Selain itu, penggalangan dan cipta kondisi di daerah rawan tawuran harus terus ditingkatkan.

Wakapolres Brebes Kompol Mashudi menambahkan, untuk mengantisipasi kemacetan jajarannya membentuk Tim Urai. Tim Urai dibagi menjadi tiga lokasi yaitu Pantura, Tengah, dan Selatan. Sebelum Subuh atau pada saat pedagang pasar belum datang, mereka harus sudah ada di lokasi agar para pedagang tidak berjualan di luar pasar.

“Selain itu ada satgas Kontigensi, yang terdiri dari Reskrim, Sabhara dan Intel untuk membackup adanya kejadian yang kontigensi, seperti masalah teroris, perkelahian antar kampung, dan kegiatan ormas islam yang radikal,” pungkasnya.


(SAN)