Belum Ada Kerusakan Gempa Cilacap

   •    Jumat, 04 Aug 2017 10:23 WIB
gempa bumi
Belum Ada Kerusakan Gempa Cilacap
Foto ilustrasi. (Metrotvnews.com/Rizal)

Metrotvnews.com, Cilacap: Hingga Jumat pagi, 4 Agustus 2017, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap, Jawa Tengah, belum menerima laporan masyarakat ihwal dampak gempa yang semalam mengguncang.

"Hal itu kami ketahui berdasarkan laporan dari para camat di sepanjang pesisir selatan Kabupaten Cilacap," kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Cilacap Tri Komara Sidhy, dikutip Antara, di Cilacap.

Ia mengatakan berdasarkan pantauan dan pengamatan BPBD Cilacap, masyarakat yang bermukim di sepanjang pesisir selatan tetap tenang dan kondusif. Tidak ada kenaikan gelombang laut pascaterjadinya gempa. "Air laut masih normal," katanya.

Gempa berkekuatan 5,3 Skala Richter mengguncang Kabupaten Cilacap, semalam, sekira pukul 23.14 WIB. Gempa tektonik tersebut berpusat di 8,41 lintang selatan dan 108,99 bujur timur atau 79 kilometer barat daya Cilacap dengan kedalaman 22 kilometer serta tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Berdasarkan siaran pers mengenai hasil analisis dan pembaruan data yang dikeluarkan oleh Pusat Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa yang dirasakan hingga Yogyakarta itu berkekuatan M 5,0 (Magnitudo 5,0).

Pusat gempa berada di laut pada koordinat 8,36 lintang selatan dan 108,99 bujur timur atau pada jarak 73 kilometer barat daya Cilacap dengan kedalaman 62 kilometer.

Dampak gempa bumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG menunjukkan bahwa dampak gempa berupa guncangan dirasakan di daerah Pacitan dalam skala intensitas I SIG-BMKG (II MMI).

Sementara di Cilacap, Kulon Progo, Bantul, Yogyakarta, Kebumen, dan Pangandaran guncangan terjadi dalam skala intensitas II SIG-BMKG (III MMI).

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Moch. Riyadi mengatakan jika ditinjau dari kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi berkedalaman menengah akibat aktivitas subduksi lempeng.

"Oleh karena gempa tersebut memiliki kedalaman menengah, maka spektrum guncangan terjadi pada wilayah yang luas mencakup daerah Pangandaran hingga Pacitan," katanya.

Menurut dia, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi itu dipicu oleh penyesaran naik (thrust fault).

"Patut disyukuri bahwa meskipun gempa bumi ini terjadi di laut dengan mekanisme sumber sesar naik tetapi hasil pemodelan menunjukkan tidak berpotensi tsunami," katanya.

Ia mengatakan berdasarkan pemantauan BMKG hingga Jumat, 4 Agustus, pukul 00.10 WIB, belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan.


(SAN)