Calon Praja Putri IPDN Meninggal saat Laksar di Akpol Semarang

Mustholih    •    Minggu, 01 Oct 2017 18:52 WIB
kasus ipdn
Calon Praja Putri IPDN Meninggal saat Laksar di Akpol Semarang
Ilustrasi

Metrotvnews.com, Semarang: Seorang calon praja putri Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) meninggal saat mengikuti program pembekalan kampus di Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, Jawa Tengah. Dhea Rahma Amanda mengembuskan nafas terakhir pukul 08.15 WIB pada Minggu 1 Oktober 2017.

Gubernur Akpol Inspektur Jenderal Rycko Amelza Dahniel menuturkan, calon praja asal kontingen Lampung itu masih mengikuti serangkaian latihan kepemimpinan dasar di Lapangan Resimen Akpol sebelum meninggal. Bersama teman-temannya yang menjadi calon praja IPDN, Dhea sudah bangun pada pukul 04.00 WIB guna mengikuti salat berjamaah dan pengajian.

Usai makan bersama, Dhea juga masih terlihat kuat mengikuti apel pagi pukul 07.45 WIB. "Setelah itu, almarhumah mengambil kegiatan fisik dengan lari satu putaran," kata Rycko saat melihat jenazah Dhea di RS Bhayangkara, Semarang.

Dhea mendadak pingsan saat berbaris bersama calon praja IPDN lain untuk masuk kelas. Ia kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapat pertolongan pertama.

"Namun, nyawa Dhea tak tertolong setibanya di RS Bhayangkara. Kami langsung menghubungi Gubernur IPDN," jelas Rycko.

Rangkaian latihan kepemimpinan dasar (laksar) di Akpol digelar pada 9 September hingga  6 Oktober 2017. Tim medis RS Bhayangkara masih melakukan autopsi untuk mengetahui musabab meninggalnya Dhea.

Rycko mengatakan, Dhea tidak memiliki riwayat sakit atau sedang berobat ke rumah sakit. Selain itu, tidak ditemukan kekerasan fisik terhadap Dhea.

"Sebelumnya sehat-sehat saja dia. Tidak ditemukan kekerasan fisik, karena laksar praja putri dipisah dengan putra," tegas Rycko.


(NIN)