Sopir Taksi Tolak Kehadiran Uber di Solo

Pythag Kurniati    •    Kamis, 18 May 2017 16:41 WIB
polemik taksi online
Sopir Taksi Tolak Kehadiran Uber di Solo
Sopir taksi menggeruduk Balai Kota Solo menolak hadirnya Uber, Kamis, 18 Mei 2017. (Metrotvnews.com/Pythag Kurniati)

Metrotvnews.com, Solo: Aplikasi Uber mengembangkan sayap ke Kota Solo. Namun, Kehadiran Uber menuai protes dari perusahaan-perusahaan taksi karena tak menggandeng taksi lokal yang legal.

Puluhan sopir taksi pun menggeruduk Balai Kota Solo, Kamis, 18 Mei 2017. Mereka menolak hadirnya Uber di kota bengawan. Aksi diikuti oleh lima perwakilan perusahaan taksi yakni Kosti Solo, Sakura Taksi, Mahkota Ratu Taksi, Bengawan Taksi, dan Gelora Taksi.

Aksi diawali dengan konvoi taksi dari kawasan Manahan menuju Balai Kota Solo. Sesampainya di balai kota, mereka menyuarakan aspirasinya di hadapan Kepala Dinas Perhubungan Kota Solo Hari Priatmoko.

Pantauan Metrotvnews.com, puluhan sopir taksi membawa sejumlah spanduk tuntutan antara lain Jika Anda Naik Uber, Keselamatan Tidak Ditanggung, Angkutan Penumpang Ilegal, I Say No dan Tolak Angkutan Penumpang Ilegal. Mereka juga bergantian melakukan orasi menuntut pemerintah bertindak tegas.

Pengawas Kosti Solo, Tri Teguh menyampaikan dua tuntutan pada Pemkot Solo. Pertama, secara tegas mereka menolak Uber masuk Kota Solo. "Kami juga meminta dishub dan Satlantas menindak tegas Uber yang memang belum berizin dan tidak menggandeng perusahaan taksi lokal," jelas Tri.

Para sopir taksi mengancam akan melakukan aksi lebih besar jika Pemkot Solo tidak segera menindaklanjuti tuntutan.

Sementara Hari menuturkan, hadirnya Uber belum disertai pengurusan izin. Hal tersebut melanggar Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 26 Tahun 2017 sebagai revisi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 32 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek.

"Kami sudah layangkan surat peringatan dan lakukan pemanggilan. Namun mereka (Uber) masih nekat juga beroperasi," jelasnya.

Hari mengaku, Pemkot akan segera melayangkan surat panggilan kedua. "Koordinasi dengan satlantas terus dilakukan. Jadi kami minta, para sopir taksi tidak melakukan tindakan sweeping," kata dia.

Wakil Wali Kota Solo Ahmad Purnomo mengatakan, Uber tidak akan mendapatkan izin beroperasi jika tidak menggandeng perusahaan taksi lokal yang legal di Kota Solo. "Itu komitmen Pemerintah Kota Solo," tutup dia.

Uber diketahui telah melakukan perekrutan pada 8-12 Mei 2017, menggandeng Koperasi Jasa Trans Usaha Bersama (JTUB).


(SAN)