#SaveRohingya Heboh di Medsos, Adem di Lapangan

Mustholih    •    Rabu, 06 Sep 2017 10:25 WIB
konflik myanmarrohingyapengungsi rohingya
#SaveRohingya Heboh di Medsos, Adem di Lapangan
Asisten Operasional Kapolri, Irjen Muhammad Iriawan. Foto: Antara/Olha Mulalinda

Metrotvnews.com, Semarang: Aksi #SaveRohingya bakal digelar pada Jumat, 8 September 2017, heboh dibahas di beragam media sosial. Namun, aksi solidaritas tersebut tidak memiliki gerakan massa yang signifikan.

"Ramai di media sosial saja. Jadi, secara fakta, gerakan di lapangan hampir tidak ada. Ada di Bandung, itu juga sedikit," kata Asisten Operasional (Asop) Kapolri Irjen Muhammad Iriawan di Polda Jateng, Semarang, Selasa 5 September 2017.

Iriawan menyebut, seruan-seruan solidaritas di media sosial banyak dibumbui dengan gambar-gambar kekerasan terhadap warga Rakhine State. Banyak gambar-gambar yang diragukan kebenarannya, tak sedikit yang berkonten hoaks.

"Tidak semua gambar-gambar yang ditampilkan itu benar, ada hoaksnya juga. Kita tahu arahnya ke mana," jelas Iriawan.

Polri berjanji, bakal mencari penyebar pertama gambar hoaks tersebut. Tim kejahatan cyber Mabes Polri pun disebut Iriawan telah bergerak.

"Yang jelas jangan percaya apa-apa di medsos. Banyak hoaks yang terjadi," tegas Iriawan.

Walau demikian, Polri juga sudah menyiagakan 2.500 personel mulai hari ini untuk mengamankan aksi #SaveRohingya. Personel gabungan Polri-TNI masing-masing 22 satuan setingkat kompi (SSK) dari Polda Jateng dan 3 SSK dari TNI. Sebanyak 5 SKK dari Mako Brimob dan 3 SKK dari Polda Metro Jaya juga dicadangkan.

Seluruh personel gabungan ini bakal mengamankan Jawa Tengah. Terutama, Candi Borobudur yang sempat disebut menjadi tujuan aksi. Namun, Kapolri Jenderal Tito Karnavian melarang warga melakukan aksi bela Rohingya di Candi Borobudur, Jawa Tengah. Tito telah memerintahkan Kapolda Jawa Tengah (Jateng) Irjen Condro Kirono untuk melarang aksi tersebut.


(Klik juga: Kapolri Larang Aksi Bela Rohingya di Borobudur)

Aksi #SaveRohingya yang bakal diselenggarakan pada Jumat, 8 September 2017 itu diklaim bakal diikuti 200 organisasi massa. Aksi dimulai dengan salat berjemaah di masjid dekat Borobudur. Massa bakal longmars dan mengenakan pakaian bernuansa putih.

Munculnya larangan dari Polda Jateng juga langsung ditanggapi. Aksi pun diarahkan pindah ke dipindah ke Masjid An-Nur Sawitan, Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

(Baca: Aksi Bela Rohingya Dipindah ke Masjid An-Nur)


(SUR)