Ketika Garam Berasa Manis

Rhobi Shani    •    Senin, 17 Jul 2017 15:56 WIB
garamharga garam
Ketika Garam Berasa Manis
Panen garam di Kecamatan Kedung Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. --MTVN/Rhobi--

Metrotvnews.com, Jepara: Setelah gagal panen tahun lalu, petani garam di Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, kini memetik manisnya harga garam. Jika pada musim panen harga garam hanya Rp500, pada musim panen kali ini, harga garam mencapai Rp3.500 per kilogram.
 
Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Tirta Petani, Lafik menyampaikan, tingginya harga jual garam pada musim panen kali ini disebabkan tahun lalu petani gagal panen. Sehingga stok garam mengalami kelangkaan.
 
“Baru kali ini petani bisa merasakan manisnya harga garam,” kata Lafik, Senin 17 Juli 2017.
 
Lafik berharap, pemerintah mampu mempertahankan stabilitas harga garam. Salah satu caranya dengan tidak membuka keran garam impor.
 
“Kalau sampai ada impor (garam) harganya langsung anjlok. Sebab produksi garam susah, namun sudah dibanjiri barang dari luar negeri,” ujar Lafik.
 
Meski harga garam tengah baik, Lafik menambahkan, hasil produksi garam belum maksimal. Lahan garam berukuran 12x30 meter, bisa menghasilkan garam 2 ton. Lantaran masih dipengaruhi faktor cuaca, saat ini hanya mampu menghasilkan 1,5 ton.
 
“Kualitasnya juga kurang bagus, kandungan NaCl rendah,” ungkap Lafik.
 
Suparmin, petani garam mengaku senang dengan harga jual garam saat ini. Garam yang dipanennya banyak terjual untuk kebutuhan industri dan pengawetan ikan.
 
“Harganya hebat luar biasa, biasanya hanya Rp500, sekarang mencapai Rp3.000 per kilogram,” ucap Suparmin bahagia. 


(ALB)