WNA Turut Mengikuti Prosesi Mubeng Benteng

Patricia Vicka    •    Jumat, 22 Sep 2017 04:17 WIB
tahun baru hijriah
WNA Turut Mengikuti Prosesi Mubeng Benteng
Dua WNA turut mengikuti Mubeng Benteng, Arash (kiri) dan Gabor (kanan). (MTVN/Patricia Vicka)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Keraton Yogyakarta menggelar tradisi Lampah Budaya Mubeng Beteng pada Kamis 21 September 2017 malam.

Dua warga negara asing tampak di antara ribuan warga dan wisatawan lokal yang tengah mengikuti prosesi Mubeng Beteng di Bangsal Ponconiti Keraton Yogyakarta. Keduanya tampak asyik berjalan keluar Bangsal Ponconiti, Keraton Yogyakarta tanpa mengucapkan satu patah katapun. Selama satu jam 3o menit, mereka turut mengikuti proseso ritual hingga kembali lagi ke Bangsal Ponconiti di Keraton Yogyakarta.

Salah seorang WNA asal Hungaria, Gabor Parti, 26. mengaku senang dan antusias bisa mengikuti ritual tersebut. Parti adalah salah satu mahasiswa yang mengikuti pertukaran pelajar. Dia merasa senang dan antusias bisa mengikuti prosesi adat ini. Parti adalah mahasiswa asal Hungaria yang tengah mengikuti pertukaran pelajar di kampus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

"Saya kesini naik Ojek. Diberitahu teman-teman ada kegiatan budaya berjalan kaki mengitari benteng tapi enggak boleh ngobrol," tuturnya, usai mengikuti prosesi, Kamis 22 September 2017. 

Sedangkan WNA lainnya, Arash Bernal, 22, pun baru pertama kali mengikuri ritual. Ia mengaku penasaran dengan sensasi kedamaian dan ketenangan yang didapat warga usai mengikuti prosesi. 

"Ternyata memang benar. Saya rasanya damai. Saya senang karena bisa lebih tahu banyak budaya Jawa. Ini bisa jadi pengalaman bagus buat saya ceritakan ke teman-teman di negeri saya," kata pria asal Panama ini.

Ketua Penyelenggara Mubeng Benteng KRT Gondohadiningrat menjelaskan, tradisi tersebut bermula dari kebiasaan meronda abdi dalem Keraron zaman dulu. 

Saat ronda selain ada yang berkeliling menjaga keamanan, ada beberapa abdi dalem yang berdoa. Lama kelamaan tradisi ini berubah menjadi ritual mengelilingi benteng

Selama memutari benteng, para Abdi dalem dan peserta akan melalukan tapa bisu (dilarang bersuara) tanpa menggunakan alas kaki. Tujuannya melatih diri biar bisa mawas dan bisa lebih dekat dengan Tuhan Yang Maha Esa

Prosesi ritual ini dimulai jam 20.00 WIB dengan pembacaan Macapatan atau tembang bahasa Jawa. Dilanjutkan dengan kata sambutan dari putri sulung Sri Sultan Hamengku Buwono X, GKR Mangkubumi dan pembacaan doa. 

Ritual Mubeng Benteng dimulai sekitar pukul 00.00 WIB, Jumat 22 September 2017, usai terdengar bunyi lonceng sebanyak 12 kali. 

Rute yang akan diambil bermula dari Keben Bangsal Ponconiti di Keraton Yogyakarta - Alun- alun utara -  Pojok benteng Ngabean -  Pojok benteng selatan  dekat gereja pugeran- Plengkug Gading - Pojok benteng timur di persimpangan jalan Paris- Jalan Brigjen Katamso - Jalan Ibu Ruswo - Alun- alun utara- berakhir di Keben Bangsal Ponconiti. Total mereka menempuh perjalanan sepanjang tiga kilometer. 


(LDS)