LKY Mendorong Adanya Pengawasan Peredaran Obat-obatan

Ahmad Mustaqim    •    Selasa, 19 Sep 2017 18:44 WIB
pil maut pcc
LKY Mendorong Adanya Pengawasan Peredaran Obat-obatan
Ilustrasi

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Lembaga Konsumen Yogyakarta (LKY) mendorong adanya pengawasan ketat peredaran obat-obatan di DIY. Hal ini menyusul peredaran Paracetamol Caffein Carisoprodol (PCC) yang memakan korban di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Ketua LKY Saktya Rini Hastuti mengatakan, obat yang memiliki efek berbahaya harus melalui resep dokter. Konsumen yang memesan obat tanpa resep dokter harus dipertanyakan.

"Jika membeli obat dengan resep dokter, berarti ada yang bertanggung jawab terkait penggunaannya," kata Saktya, Selasa 19 September 2017.

Menurut Saktya, pabrik obat harus bertanggung jawab jika ada korban akibat mengonsumsi produknya. "Jika ada masalah, bisa juga komplain ke pelaku usaha. Itu berlaku juga untuk obat-obatan," katanya.

Sejauh ini, lanjut Saktya, pihaknya belum mendapat laporan peredaran PCC di DIY. Meskipun begitu, tidak menutup kemungkinan terjadi di tingkatan masyarakat.

"Yang jelas, perlu mendapat pengawasan dari pemerintah yang berwenang," ucapnya.

Senada, Kepala Bidang Humas Polda DIY AKBP Yuli Yanto mengatakan, tak ada informasi peredaran PCC di wilayah hukumnya. Tapi, ia tetap meminta para orang tua lebih peduli dan meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya.

"Imbauan-imbauan menjadi salah satu materi pesan kamtibmas oleh babinkamtibmas," ujarnya.

Sebelumnya, puluhan warga Kendari dirawat setelah mengonsumsi PCC. Terakhir, seorang bocah tujuh tahun masuk rumah sakit jiwa karena mengonsumsi PCC.


(NIN)