Wabup Klaten Segera Dilantik jadi Bupati Definitif

Ahmad Mustaqim    •    Kamis, 21 Sep 2017 17:55 WIB
korupsi
Wabup Klaten Segera Dilantik jadi Bupati Definitif
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Foto: MTVN/Ahmad Mustaqim

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyiapkan Wakil Bupati Klaten Sri Mulyani untuk menjabat sebagai Bupati definitif. Sebab, Bupati nonaktif Klaten Sri Hartini telah divonis 11 tahun penjara oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Jawa Tengah karena dinilai terbukti menerima suap jual-beli jabatan.

"Tinggal tunggu yang bersangkutan (Sri Hartini) banding atau tidak. Kalau tidak banding, wakil langsung didefinitifkan jadi bupati," ujar Tjahjo di Pusat Pendidikan dan Pelatihan, Badan Pengembangan Sumberdaya, Kementerian Dalam Negeri, Yogyakarta, Kamis 21 September 2017.

Posisi yang kosong karena Sri Mulyani jadi bupati definitif, juga bakal diisi. Partai pengusung dan DPRD Klaten akan berunding untuk menunjuk satu nama pengganti.

Dua pihak tersebut nanti akan melaporkan hasilnya ke Kementerian Dalam Negeri terkait siapa yang akan menjadi wakil bupati Klaten. "Kami tunggu mekanismenya. Besok (Jumat, 22 September 2017) diminta apel bersama camat-camat dan Forkopimda se-Kabupaten Klaten," ujarnya.

Pengadilan Tipikor Semarang, Jawa Tengah memvonis 11 tahun penjara bagi Bupati nonaktif Kabupaten Klaten Sri Hartini dalam kasus suap jual-beli jabatan, pada Kamis, 20 September 2017. Vonis lebih ringan dibandinng tuntutan 12 tahun penjara yang diajukan jaksa.

Sri Hartini juga didenda Rp900 juta subsider 10 bulan kurungan. Sri Hartini dinyatakan melanggar Pasal 12 a UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah di UU Nomor 20 tahun 2001 juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.


(SUR)