Warga Lereng Gunung Slamet Krisis Air Bersih

Kuntoro Tayubi    •    Kamis, 20 Jul 2017 10:46 WIB
kekeringan
Warga Lereng Gunung Slamet Krisis Air Bersih
Warga memgantre untuk mendapatkan air bersih di penampung air milik PDAM Pemalang, Jawa Tengah -- MTVN/Kuntoro Tayubi

Metrotvnews.com, Pemalang: Ribuan warga lereng Gunung Slamet, Kecamatan Pulosari, Pemalang, Jawa Tengah, mengalami krisis air bersih sejak dua bulan terakhir. Krisis air bersih disebabkan mata air di desa setempat mulai mengering.

"Padahal air penting untuk masak dan minum. Kalau untuk mencuci dan mandi, pakai air hujan yang kami simpan di bak tandon," kata Dodik, warga Pulosari, Kamis 20 Juli 2017.

Menurut Dodik, dirinya dan warga lain terpaksa membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Setiap harinya, Dodik harus merogoh kocek Rp40 ribu demi mendapatkan air bersih.

"Air harganya Rp4 ribu per pikul atau dua jeriken. Sedangkan, per hari bisa habis sampai 10 pikul. Jadi, setiap hari saya mengeluarkan uang hingga Rp40 ribu hanya untuk beli air saja," jelasnya.

Senada, Nurjanah juga mengaku harus mengeluarkan uang untuk membeli air bersih. "Setiap hari saya harus beli empat jeriken air bersih, harganya Rp2.500 per jeriken. Sebenarnya keberatan buat ibu rumah tangga, tapi mau bagaimana lagi? Kami berharap bantuan segera diberikan oleh pemerintah," ujarnya.

Kepala Desa Pulosari Teguh Setyowidodo mengatakan, setidaknya ada empat dukuh di desanya yang mengalami krisis air bersih. MAsing-masing yaitu Dukuh Krajan sebanyak 10 RT, Dukuh Tumbu sebanyak tujuh RT, Dukuh Desa sebanyak lima RT, dan Dukuh Karangpoh sebanyak 3 RT.

"Ada ribuan warga di empat dukuh tersebut. Kami sudah mengirimkan surat permintaan bantuan air bersih pada BPBD Kabupaten Pemalang dan Alhamdulillah sudah diberikan bantuan satu kali droping," jelasnya.


(NIN)