Mendagri Minta Keraton Solo Bisa Kerja Sama Renovasi Aset

Pythag Kurniati    •    Senin, 21 Aug 2017 19:49 WIB
keraton
Mendagri Minta Keraton Solo Bisa Kerja Sama Renovasi Aset
Mendagri Tjahjo Kumolo (kiri) dan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo (kanan) di Keraton Solo, Jateng, Senin (21/8/2017). (Metrotvnews.com/Pythag Kurniati)

Metrotvnews.com, Solo: Renovasi beberapa aset Keraton Kasunanan Surakarta (Solo) ditargetkan berjalan mulai tahun ini. Pemerintah akan membentuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) sebagai badan pengelola keraton.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo berharap UPT segera terealisasi. Mendagri mengatakan, merujuk UU No 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, pemerintah pusat dan daerah memfasilitasi pengelolaan pembangunan bangunan cagar budaya.

UU itu mengamanatkan pengelolaan kawasan cagar budaya dilakukan oleh badan pengelola yang dibentuk oleh pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat hukum adat yang ada. Sedangkan badan pengelola yang dimaksud dapat terdiri unsur pemerintah, pemerintah daerah, pihak ketiga dan pihak keraton.

“Hasil rapat dewan pertimbangan presiden pada tanggal 22 Juni yang lalu semua pihak menyarankan pendirian UPT bernama Balai Pelestarian Kawasan Cagar Budaya Keraton Kasunanan Surakarta,” ujar Tjahjo saat ditemui wartawan di Keraton Solo, Senin, 21 Agustus 2017.

UPT tersebut akan melakukan fungsi pengelolaan terhadap Keraton Kasunanan Surakarta. Termasuk melakukan evaluasi dan melaporkan pelaksanaan pengelolaan kawasan cagar budaya pada menteri terkait.

“Maksud kami hari ini minta izin saja (mengenai pembentukan UPT). Karena keputusan yang diambil pemerintah ini menyangkut dengan anggaran negara yang harus kita pertanggungjawabkan dengan membentuk sebuah badan,” urai dia.

Selain itu, Tjahjo juga meminta pihak keraton menginventarisasi aset yang bisa segera direnovasi maupun aset yang belum dapat direnovasi. Sebab, Presiden Jokowi menargetkan tahun 2017, renovasi Keraton Kasunanan Surakarta menyentuh 50 persen lebih bangunan.

“Jadi kami minta pihak keraton bisa bekerja sama, menyampaikan mana bangunan yang perlu disempurnakan, dipugar dengan anggaran dari pemerintah,” papar Mendagri.

Pertemuan juga dihadiri Raja Keraton Solo Sinuhun Pakubuwono XIII dan  adik-adiknya, Wali Kota Solo FX. Hadi Rudyatmo serta Wantimpres Subagyo HS. Belum ada titik temu pada pembicaraan tersebut.

Pihak Keraton Kasunanan masih belum memberikan kepastian jawaban mengenai pembentukan UPT. “Jika akan dibuat badan balai pelestarian kawasan cagar budaya Keraton Kasunanan Surakarta, maka harus jelas administrasinya. Sebab ini kan Sinuhun mempertanggungjawabkan pada dinasti,” kata GKR Wandansari.

Ia mengaku belum bisa memberikan kepastian mengenai mana aset-aset keraton yang bisa segera direnovasi dan belum dapat direnovasi. “Kami minta ada pertemuan lagi setelah ini,” jelas dia.


(SAN)